Dukung Perkembangan Tenun Ikat Gianyar, Kemenkop UKM Gelar Pelatihan Vocational

picsart 10 28 07.46.19
PELATIHAN VOCATIONAL - Kementerian Koperasi dan UKM RI, bekerjasama dengan Dekranasda Gianyar, saat menggelar pelatihan vocational bagi usaha mikro di Gianyar, Kamis (28/10/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Industri kerajinan tenun ikat (endek) merupakan industri kerajinan potensial Kabupaten Gianyar, yang pernah menjadi primadona di tahun 80-an. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Gianyar melalui Dekranasda untuk membangkitkan kembali kejayaan tenun ikat di Gianyar yang sempat jaya.

Dekranasda Gianyar secara aktif memberikan pelatihan-pelatihan, memberikan bantuan peralatan hingga pemasaran produk kerajinan. Upaya tersebut, mendapat dukungan dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesa, sehingga Gianyar menjadi tujuan pertama pelaksanaan pelatihan vocational bagi usaha mikro di sektor pariwisata khususnya tenun ikat. 

Baca juga :  Capaian Vaksinasi Lansia Dituding Rendah, Mahayastra Langsung Cek Data

“Kami ingin meningkatkan kapasitas dan kemampuan teman-teman usaha mikro di sektor pariwisata. Lebih-lebih adalah sektor tenun ikat,” kata Asdep Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kemenkop UKM, Hariyanto, Kamis (28/10/2021).

Hariyanto menambahkan dipilihnya Kabupaten Gianyar sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu sentra kerajinan tenun ikat di Bali. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk selanjutnya bergerak ke daerah lain di Bali. “Kami berharap setelah pelatihan ini, para peserta lebih memiliki inovasi pada situasi pandemi dan inovasi produk tenun ikat yang menjadi unggulan, khususnya di Kabupaten Gianyar,” imbuh Hariyanto.

Baca juga :  Ekonomi Rakyat Belum Pulih, Desa Guwang Bagikan Puluhan Ton Beras

Sementara Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, I Wayan Arsana mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional, setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu, terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia, terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99%  hingga  97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional. “Salah satunya melalui e-commerce yang kehadirannya dipandang sebagai salah satu kanal dagang utama bagi UMKM,” kata Arsana.

Baca juga :  Pastikan Dapat Vaksin, Lansia Diantar-Jemput Polisi ke Puskesmas

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dari, Kamis (28/10/2021) hingga Sabtu (30/10/2021), dengan materi pelatihan pemberdayaan UMKM oleh pemerintah daerah, succes story (UKM ekspor perhiasan perak), struktur desain tenun ikat, desain permukaan/surface design, desain aplikasi produk tenun ikat, serta kewirausahaan tenun ikat. Sementara di hari ke dua, diisi praktek design/motif tenun ikat menggunakan airbrush, serta hari ketiga disis review dan evaluasi pelatihan. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini