Kasus Beri Keterangan Palsu, Zaenal Tayeb Minta Pengukuran Ulang

tayeb
JALANI SIDANG –Terdawka Zaenal Tayeb saat menjalani persidangan secara online terkait kasus memberikan keterangan palsu dalam akta otentik . (DenPost.id/kmb)

Mangupura, DenPost.id

Setelah memeriksa saksi dan ahli, sidang kasus dugaan memberikan keterangan palsu dalam akta otentik dengan terdakwa Zaenal Tayeb, Kamis (28/10/2021) memasuki pemeriksaan terdakwa. Mantan promotor tinju sekaligus owner Mirah Boxing Camp itu di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Yasa dan JPU Ramdhoni, Dewa Lanang Arya dkk., menyampaikan perihal yang dia alami hingga dilaporkan ke polisi oleh keponakannya, Hedar Giacomo Boy.

Saat JPU Dewa Lanang bertanya, Zaenal menyampaikan bahwa dia membuat akta 33 bersama Hedar. Juri Pranatomo yang membuat draf di notaris atas persetujuan Zaenal dan Hedar. “Soal draf, Hedar bilang biarkan Yuri yang bikin karena dia sudah biasa,” ucap Zaenal.

Baca juga :  Jenazah Pasien Suspect Covid-19 Diambil Paksa Keluarga

Jaksa lalu menanyakan soal luas tanah yang ditentukan 13.700 meter persegi menjadi 8.892 meter persegi. Zaenal mengatakan dasar 13.700 meter persegi itu adalah sembilan sertifikat. Namun jaksa menunjukkan delapan sertifikat sebagaimana perjanjian dalam akta 33. Selain itu, Zaenal mengaku sudah menerima pembayaran Rp 61,6 miliar.

Ketika jaksa menyinggung ikhwal diketahuinya luasan tanah dari 13.700 meter persegi menjadi 8.892 meter persegi, Zaenal mengaku tidak tahu soal itu. Dia baru mendengar setelah dilaporkan ke polisi oleh Hedar. Pun soal somasi yang dilayangkan Hedar, menurut Zaenal, bukanlah soal perjanjian akta 33. Pasalnya, Zaenal di depan persidangan mengaku bahwa sesuai sertifikat di notaris, luasan tanah sudah sesuai dengan perjanjian yakni 13.700 meter persegi, bahkan lebih.

Baca juga :  Pasangan Giri Prasta dan Suiasa Ikuti Upacara "Mejaya-jaya"

“Menurut bapak, apakah luasan tanah memang kurang?” tanya jaksa.

Dengan lugas Zaenal mengatakan malah lebih 2 are. “Karena semuanya 13.900 meter persegi,” bebernya.

Saat ditanya apa yang menjadi dasar, Zaenal mengatakan dari blok plan tanah dan kaplingan. Dia juga secara tegas mengatakan bahwa luasnya kurang, dia minta diukur ulang, sehingga persoalan menjadi jelas. “Mari kita ukur ulang. Kalau kurang, saya akan bayar,” tegas Zaenal.

Permintaan ukur ulang dan jika kurang itu berkali-kali disampaikannya dalam persidangan tersebut.

Yang menarik, saat diperiksa sebagai terdakwa, JPU dari Kejari Badung itu memberikan kesempatan kepada Zaenal untuk berdamai dengan Hedar sebelum tuntutan. “Silakan jika ada perdamaian sebelum tuntutan. Jika tidak, ya silakan juga. Saya hanya ingin menyampaikan,” ucap JPU Dewa Lanang.

Baca juga :  BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Hakim kemudian menyela bahwa soal perdamaian itu sekarang haknya ada di majelis hakim. Atas tawaran damai itu, Zaenal kembali menegaskan bahwa dia minta pengukuran ulang. “Setelah diukur, ayo kita duduk bersama. Kalau kurang, saya akan bayar,” tegasnya.

Soal kemungkinan adanya kelebihan pembayaran atau kekurangan luas tanah, Zaenal mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu. Saya langsung dilaporkan. Kalau memang ada kurang, saya yang bayar. Tapi ayo ukur ulang dulu objek itu,” tandas pris berkuncir itu. (kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini