Pasca-penggeledahan KPK, Bupati Tabanan Akan Hormati Proses Hukum

sanjaya1
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

Tabanan, DenPost.id

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengaku bahwa Pemkab Tabanan akan menghormati proses hukum dan siap kooperatif pasca-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah OPD khususnya di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Tabanan. Penggeledahan itu dilakukan diduga terkait kasus Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2018.

Dalam keterangan persnya pada Kamis (28/10/2021) Sanjaya mengatakan bahwa dia belum tahu pasti mengenai kasus yang ditangani KPK. Yang jelas, pihaknya akan menghormati proses hukum saat ini.

Sanjaya yang didampingi Kepala Inspektorat Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengaku belum tahu apa dan bagaimana langkah penggeledahan KPK tersebut. Sanjaya minta kepada OPD yang didatangi KPK agar kooperatif.  “Belum ada setahun menjabat sebagai Bupati, ada kejadian. Kami sangat menghormati proses hukum, apa pun yang terjadi di Tabanan sebagai bagian dari proses hukum. Saya juga sudah perintahkan Inspektorat dan Sekda agar kooperatif jika diperlukan, ” tegasnya.

Mengenai kasus ini, Sanjaya juga berharap agar dijadikan pelajaran berharga bagi jajaran di Pemkab Tabanan. Dalam bekerja dan menjalankan program, karyawan Pemkab Tabanan mengkuti aturan alias jangan sampai melanggar. “Saya sering wanti-wanti ke OPD agar berhati-hati dalam menjalankan tugas apa pun itu. Bahkan saya sampai mengangkat Kelompok Ahli (Pokli) Pembangunan dan ahli hukum. Tujuannya menyaring sesuatu di Tabanan, baik dari sisi hukum maupun pembangunan. Bupati dan wabup adalah pejabat publik. Dalam menjalankan tugas, kerap tidak tahu regulasi,”terangnya.

Baca juga :  Tepergok Buang Bangkai Babi, Empat Orang Dipolisikan

Kepala Inspektorat Tabanan,  Gusti Ngurah Supanji menambahkan ada empat instansi yang digeledah penyidik KPK yang masuk dalam laporan yakni Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), dinas PUPRPKP, Bapelitbang dan DPRD Tabanan. “Setahu saya, ada berkas-berkas pendalaman terkait DID tahun 2018 yang disita oleh penyidik KPK,” tegasnya.

Sama halnya dengan Bupati, Supanji juga mengatakan bahwa dalam proses yang terjadi di Tabanan, pihaknya akan menghormati dan bersikap kooperatif. Tujuannya, masalah ini bisa cepat terang-benderang.

Baca juga :  35 Jajaran KPU Tabanan Di-rapid Test, Ini Hasilnya

Dihubungi terpisah, Kasubag Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Tabanan I Putu Gede Jata Antara mengatakan bahwa memang benar penyidik KPK mendatangi sekretariat dewan pada pada Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 10.30. Penyidik KPK saat itu mengambil sejumlah item berkas atau dokumen tentang kegiatan rapat serta hasil rapat DPRD Tabanan selama tahun 2018. Penyidik KPK juga mengambil data di komputer di ruang Komisi I DPRD Tabanan. “Berapa item dokumen yang diambil? Saya kurang jelas. Yang jelas saat itu sejumlah staf di sekretariat dewan dimintai tolong mengambil berkas yang diminta penyidik KPK,” terang Jata Antara.

Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah Dinas PUPRPKP Tabanan pada Rabu (27/10/2021) petang. Hal ini untuk menindaklanjuti kasus operasi tangkap tangan (OTT) di pemerintah pusat mengenai Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2018. Petugas menyita sejumlah tas besar berisi dokumen yang diduga ada kaitannya dengan pokok perkara.

Baca juga :  Rapid Test Reaktif, Sopir Truk Asal Selemadeg Dibawa ke RS Nyitdah

Kepala Dinas PUPRKP Tabanan I Made Yudiana mengatakan  untuk di Tabanan, tepatnya dinas PUPRKP, mendapat DID tahun 2018 untuk infrastuktur jalan dan fasilitas publik seperti pembangunan senderan.  “Nilainya saya lupa,” tegasnya.

Yudiana menambahkan setidaknya ada sekitar 90 item berkas maupun dokumen berisi kontrak kerja yang diduga ada kaitannya dengan pokok perkara yang disita penyidik KPK. Dalam proses penggeledahan selama sekitar lima jam tersebut, Yudiana mengaku tidak ada pertanyaan yang dilontarkan petugas. “Hanya fokus pada dokumen. Mereka memeriksa dokumen mana yang terkait untuk dipilah pilah,” tandasnya. (kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini