Usai Dilaporkan Kelola Investasi Bodong, Pemilik Ice Manggo Polisikan Membernya

picsart 10 29 01.46.21
MELAPOR - Fransiska Antari Virnadonita (kanan) didampingi kuasa hukumnya Rizal Maya Akbar Poetra (kemeja putih) saat melapor ke Polda Bali.

Kereneng, DENPOST.id

Sempat dilaporkan ke Polda Bali terkait dugaan mengelola investasi bodong, Fransiska Antari Virnadonita, pemilik (owner) Ice Mango, melayangkan laporan balik. Didampingi ayahnya, yakni Fransiscus Robert Agung, wanita asal Mengwi, Badung ini melaporkan salah satu membernya bernama Yulia Nur Fitria atas dugaan perampasan.

Menurut Fransiska, dugaan perampasan yang dialaminya berawal dari Yulia Nur Fitria yang meminta ganti rugi terkait uang investasi Ice Mango. “Di investasi yang saya kelola, total uang milik member sebesar Rp 500 juta. Dan keuntungan yang mereka dapat berkali lipat. Tapi mereka bilang hanya dapat keuntungan Rp 600 ribu dari Rp 200 juta yang diinvestasikan. Dan mereka meminta uangnya dikembalikan,” ucapnya, saat membuat laporan ke Polda Bali, didampingi kuasa hukumnya, Rizal Maya Akbar Poetra, Kamis (28/10/2021).

Karena para member meminta uangnya dikembalikan, Fransiska berniat untuk mengembalikan uang tersebut. Hanya saja dia meminta tenggang waktu lima hari untuk mengembalikannya. Namun sebelum lima hari, Yulia Nur Fitria bersama beberapa orang lainnya mendatangi rumahnya di kawasan Mengwi. Mereka dikatakab mengambil dengan paksa sejumlah barang berharga milik Fransiska. “Mereka mengambil sepeda motor Honda PCX beserta surat-suratnya, dan juga sertifikat tanah atas nama ibu kandung saya. Padahal sebelumnya saya sempat bikin kesepakatan dengan beberapa member. Saya minta lima hari untuk penyelesaian,” ujarnya.

Fransiska menjelaskan, bisnis yang dijalankannya ini memang bukan trading, tetapi hanya get member yang berawal dari arisan online. Dia hanya membawahi 35 orang. Sedangkan 35 orang di bawahnya itu membawahi puluhan orang lainnya yang tidak diketahui oleh Fransiska. Dia pun membatah adanya tudingan dari dua member yang melaporkannya jika dirinya telah menggelapkan uang miliaran rupiah. Sementara dari hitungannya, jumlahnya hanya sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

Baca juga :  Gunakan Kartu ATM Palsu, Warga Asing Ditangkap

“Semua bukti keuntungan yang mereka terima telah saya simpan. Saya tidak hanya mengembalikan keuntungan tapi modalnya juga saya kembalikan. Kerugian dari 34 orang di bawah saya sekitar 400 sampai 500 juta rupiah, itupun sebagian saya bagikan ke member dengan cara lelang emas dengan harga yg lebih murah. Dan saya sudah berjanji akan membayar selama lima hari,” tambahnya.

Sementara Rizal Maya Akbar Poetra mengatakan, kliennya baru hanya melaporkan adanya dugaan perampasan. Sementara ke depannya kemungkinan akan ada pengembangan lagi. ” Ini kan baru langkah pertama. Yang saya laporkan hari ini ke Julia adalah terkait perampasan. Ke depannya mungkin ada pengembangan terkait UU ITE dan tentang hoaks juga,” bebernya.

Baca juga :  Razia Prokes di Sanur Kaja, Tujuh Pelanggar Kena Sanksi Ini

Sementara itu, Johanes Budi Rahardjo selaku kuasa hukum dari Yulia angkat bicara terkait laporan yang mengarah ke kliennya itu. Budi Rahardjo menanyakan bagian mana unsur perampasan yang dilakukan oleh kliennya.
“Kalau melakukan perampasan, unsur perampasannya masuk apa tidak kalau barang yang dibilang dirampas itu diberikan dengan sukarela,” katanya.

Menurutnya, kliennya bersama member lainnya mendatangi rumah Fransiska untuk minta pertanggungjawaban uang yang telah disetorkan. Saat itu mereka diberikan KTP langsung dan BPKB serta STNK dikirim via gojek oleh Fransiska sebagai jaminan dengan janji dalam 5 hari akan dikembalikan modalnya semua. “Karena Yulia dikejar terus sama membernya 2 atau tiga hari setelah dikasih KTP Yulia dan teman temannya datang lagi dan di berikanlah SHM tanah di Kediri Jawa timur oleh ibunya Fransika karena tidak ketemu dengan Fransiskanya. SHM dan motor diserahkan bersamaan,” tandasnya. (124)

Baca juga :  Senin, SMP dan SD di Badung Laksanakan PPDB Daring

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini