Langgar Prokes, Pedagang Pantai Kuta Disemprit Satpol PP

picsart 10 29 03.05.19
PROKES - Jajaran Satpol PP Badung saat menyisir di Pantai Kuta.

Kuta, DENPOST.id

Seorang pedagang yang berjualan di Pantai Kuta disemprit Satpol PP Badung.
Hal ini dikarenakan saat berjualan di Pantai Kuta yang bersangkutan kedapatan tidak menaati protokol kesehatan(Prokes) karena tidak mengenakan masker saat beraktivitas.

Meski kedapatan melanggar, petugas tidak menjatuhkan sanksi dan hanya memberikan pembinaan dan edukasi tentang pentingnya menggunakan masker saat pandemi Covid-19 ke pedagang tersebut.
Dimintai konfirmasi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Jumat (29/10/2021) mengaku gencar menyasar titik-titik yang dianggap rawan atau banyak orang berkumpul. Salah satunya di Pantai Kuta.

Baca juga :  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, ARW Refleksikan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

“Yang menjadi perhatian kami yakni di lokasi yang memang kerap terjadi kerumunan dan banyak dikunjungi orang, seperti di pantai dan objek wisata lainnya,” katanya.

Terkait pengawasan di sepanjang Pantai Kuta, kata dia, dilakukan pada Kamis sore pukul 16.00 Wita dengan melibatkan belasan personel.
Tim yang diterjunkan tersebut memulai gerakannya dari ujung selatan ke utara dengan menyisir pengunjung maupun pedagang yang ada di pantai tersebut.
“Dari penyisiran itu, sebagian besar masyarakat sudah taat dengan prokes. Meski demikian, masih ada satu dua orang yang melanggar. Salah satunya pedagang yang tidak menggunakan masker dengan benar,” ujarnya.

Baca juga :  Hasil Pilkel Angantaka, Seorang Calon Perbekel Layangkan Keberatan

Petugas juga dikatakan masih mentolerir pelanggaran dan memberikan imbauan. “Tapi, kalau kedapatan lagi, tentu akan ada sanksi dari kami. Kebetulan yang bersangkutan juga sudah berjanji untuk taat prokes ke depannya,” katanya.

Bendesa Ada Kuta, I Wayan Wasista, mengungkapkan, melalui Satgas Pantai Kuta secara rutin dan terus melakukan imbauan dan juga operasi skala kecil di objek wisata terkenal tersebut. Di mana kenyataannya di lapangan sudah sebagian besar pedagang mentaati semua aturan. Meski tidak memungkiri kalau masih ada pedagang yang masih lalai dengan prokes yang harus ditaati. (113)

Baca juga :  Serap Aspirasi Masyarakat, Suiasa Gencarkan Sosialisasi Program Penanganan Covid-19

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini