Kinerja Meningkat, BPD Bali Makin Percaya Diri Pertahankan Prestasi Nasional

darma
KUNJUNGAN UMKM - Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma bicara saat kunjungan UMKM ke Banyuwangi, Sabtu (30/10/2021). (DenPost.id/wiradana)

DIREKTUR Utama (Dirut) BPD Bali Nyoman Sudharma makin percaya diri mampu mempertahankan prestasi nasional yang diraih selama ini. Hal itu karena kinerja BPD Bali semakin baik menjelang akhir tahun. Hingga September 2021, BPD Bali mampu mencapai kinerja yang baik dari sisi total aset, penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga, dan lainnya.

Di hadapan media dalam kunjungan UMKM ke Banyuwangi, Sabtu (30/10/2021), Sudharma mohon doa agar pihaknya mampu mempertahankan prestasi seperti pendukung UMKM dan penyalur KUR terbaik. Dia menambahkan hingga akhir September 2021, bank kebanggaan masyarakat Bali ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 484milyar atau naik sebesar 3,20% dibanding September tahun sebelumnya.

Dilihat dari pencapaiaan total dana pihak ketiga (DPK), BPD Bali berhasil menghimpun dana Rp 23,34 triliun atau  meningkat 6,82% dibanding September 2020 yakni sebesar Rp 21,85 triliun.

Dari total DPK tersebut, porsi giro mencapai Rp 2,94 triliun, tabungan mencapai Rp 9,15 triliun, dan deposito sebesar Rp 11,25 triliun. “Total aset kami tembus mencapai Rp 28,35 triliun atau meningkat 8% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp26,25 triliun,” terang Sudharma.

Sedangkan dilihat dari segi pembiayaan bank sampai September 2021, BPD Bali menyalurkan kredit senilai Rp 19,83 triliun atau meningkat 5,14 % dari posisi yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga :  Vaksinasi di Empat Kepulauan, BRI Kerahkan Teras Kapal

Perbandingan kredit produktif dengan kredit konsumtif yakni sebesar 50,03 % : 49,97 %. Kredit produktif tersebut terdiri atas kredit investasi sebesar Rp 7,31 triliun atau 36,86 % dari total kredit, serta kredit modal kerja senilai Rp 2,61 triliun atau sebesar 13,16 % dari total kredit.

Jika dilihat dari penyaluran kredit kepada UMKM, tambah Sudharma di hadapan wartawan dan jajaran pimpinan BPD Bali yang ikut kunjungan UMKM itu, hingga September 2021 senilai Rp 8,72 triliun atau 43,98 % dari total kredit. Jika dilihat dari rasio keuangan, NPL masih berada di bawah 5 % (ketentuan BI/OJK), NPL gross sebesar 2,58 % dan NPL net sebesar 0,12 %.  Begitu juga dengan rasio LDR masih aman yakni di 84,91 %, CAR di 20,18 %, ROA di 2,93 %, ROE di 21,28 % serta BOPO di 69,21 %.

Sedangkan dilihat dari rasio kepatuhan yang meliputi Batas Maksimum Penyaluran Kredit (BPMK), Giro Wajib Minimum (GWM) dan Posisi Devisa Netto (PDN), tidak ada pelanggaran dari aturan yang berlaku. Hasil self assessment penilaian tingkat kesehatan bank posisi Juni 2021, BPD Bali memperoleh peringkat dua. Ini mencerminkan kondisi bank yang secara umum sehat, sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis serta faktor eksternal lainnya.

Baca juga :  Dekranasda Buleleng Dorong Perajin Endek Tingkatkan Produksi

Penilaian tingkat kesehatan bank ini meliputi penilaian terhadap profil risiko yang memperoleh peringkat komposit dua  low mod, penerapan tata kelola yang baik pada peringkat dua (baik), rentabilitas peringkat dua (baik), dan permodalan yang secara umum baik, yang terlihat dari komitmen pemegang saham untuk memperkuat permodalan BPD Bali.

Saat ini jumlah modal yang disahamkan senilai Rp 1.854 miliar. Hal ini akan terus ditingkatkan sehingga bisa mengarah ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2. “Dari sisi jaringan kantor, kami berupaya semakin dekat dengan nasabah, dan meningkatkan kenyamanan area layanan,” lanjut Sudharma.

Posisi jaringan kantor terkini tahun 2021 berdasarkan kategori yang ditetapkan sesuai POJK No.12/POJK.03/2021 tentang bank umum yang berlaku per 30 Oktober 2021.

Baca juga :  Ni Wayan Leri, Kaling Perempuan Kaya Inovasi

BPD Bali punya satu kntor pusat, 14 kantor cabang, 146 kantor cabang pembantu, 213 unit mesin ATM, 13 unit mesin CRM, 123 unit EDC. Semuanya tersebar di seluruh Bali dan Nusa Tenggara Barat. BPD Bali juga dididukung 1.304 karyawan yang berdedikasi dan penuh cinta untuk memajukan perekonomian Bali.

Sebelumnya BPD Bali juga mendapat 27 penghargaan, di antaranya sebagai bank penyalur KUR terbaik III di Provinsi Bali tahun 2020 dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, bank dengan predikat “The Most Promising Company in Marketing 3.0” dalam BUMD Marketeers Award 2021 yang diadakan Markplus, sebagia bank debitur terbaik kategori debitur perbankan yang dianugerahkan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, juga tiga penghargaan dari Infobank yang meliputi bank dengan kinerja sangat bagus sebanyak 20 tahun berturut-turut (diamond trophy), bank berpredikat sangat bagus dengan modal inti Rp 1 triliun – Rp 5 rriliun (buku 2) – aset Rp 25 triliun, serta bank dengan predikat excellent untuk the financial performance periode 2019-2020. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini