Salak Karangasem Resmi Punya SIG

20211101 124417
Foto: Bupati Dana saat menyerahkan SIG kepada perwakilan petani salak di Desa Sibetan

Amlapura, DenPost

Upaya untuk menjaga potensi dan kekayaan alam di Kabupaten Karangasem terus dilakukan Pemkab Karangasem. Salah satunya dengan terus berupaya mengembangkan potensi salak yang keberadaannya melimpah. Melindungi dengan memberi tanda berbentuk label dan logo yang merupakan jaminan kualitas produk khas yang dihasilkan, salak Karangasem resmi mendapat Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Sertifikat lantas diserahkan langsung Bupati Karangasem, Sabtu (30/10) lalu ke perwakilan petani salak di Desa Sibetan yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).,

Baca juga :  PTM di Karangasem Kondusif, Harapkan Rasa Sosial Siswa Pulih

Dana menuturkan karena kekhasan salak yang tidak dapat diperoleh didaerah lain. Khas tersebut bisa muncul dari pengaruh tanah, air, iklim, sistem budaya, sistem pengolahan dan lain-lain. “Manfaat dari pada Indikasi Geografis adalah jaminan kualitas dari produsen untuk konsumen sehingga kepuasan konsumen tinggi, permintaan bertambah, harga meningkat, pendapatan produsen meningkat dan kesejahteraan produsen meningkat. Itu tujuannya, ” tuturnya.

Dengan tersertifikasinya salak Sibetan sebagai indikasi geografis Karangasem, Dana berharap MPIG terus menjaga kelestarian varietas salak. Khususnya salak nangka, salak porong dan salak gula pasir yang sudah sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca negara. Termasuk menjaga agar lahan perkebunan salak tidak beralih fungsi menjadi lahan persawahan atau perkebunan lain.

“Memperoleh Sertifikat IG ini perlu dukungan waktu, administrasi, anggaran dan dukungan dari semua pihak baik desa adat, tokoh masyarakat dan kelompok-kelompok petani lainnya. Saya selaku pemerintah daerah, sangat mengapresiasi dan bangga dengan masyarakat di Desa Sibetan, utamanya Ketua MPIG-nya Ida Bagus Putu Adnyana yang telah membantu baik dari segi administrasi dan anggaran, sehingga tahapan demi tahapan dapat dilalui dan akhirnya pada tanggal 13 Mei Tahun 2020 sudah didaftarkan di Kemenkumham RI, namun sertifikat tersebut baru diserahkan tahun ini karena situasi pandemi,” papar Gede Dana.

Baca juga :  Pakai SS, Mantan Napi Kasus Pembunuhan Dibekuk BNNK Karangasem

Dengan mengantongi SIG, ia berharap dapat memberi dampak pada pengembangan Agro Wisata di Desa Sibetan. Juga dapat memberi peluang untuk pengembangan Desa Sibetan khususnya dalam menghadapi situasi pasar bebas dan persaingan global. (c/yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini