Ganggu Ketertiban Umum, Belasan Gepeng Diamankan Satpol PP

20211101 124500
DIAMANKAN – Satpol PP Kota Denpasar mengamankan gelandangan pengemis (gepeng) ibu dan anak-anak di perempatan Jl Gatsu Timur di kantor Satpol PP, Senin (1/11).

Kesiman, DenPost

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar mengamankan belasan gelandangan pengemis (gepeng) anak-anak dan ibu-ibu asal Desa Munti Gunung, Kubu, Karangasem di perempatan Jl. Gatot Subroto (Gatsu), Jl. Cokroaminoto-Jl. Gatsu Barat dan perempatan Jl. Dewi Sarika-Jl. PB Sudirman, Senin (1/11/2021).

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, gepeng yang ditertibkan mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan nyawa sendiri maupun pengendara motor dan mobil. Anak-anak ini seharusnya belajar di rumah, namun dieksploitasi orang tuanya untuk bekerja meminta-minta di jalan. ”Sebelum kami kirim ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar terlebih dahulu dibina di kantor Satpol PP,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Pengunjung Pasar Badung Wajib Masuk Bilik Disinfektan

Ia mengaku, pandemi Covid-19 ini gepeng anak-anak dan ibu-ibu marak menjajakan barang dagangan tisu di perempatan jalan dapat menimbulkan gangguan sosial mengarah ke gangguan ketertiban umum. Tindakan yang diambil agar tidak meninggalkan ciri khas budaya Bali khususnya gepeng orang Bali. Kehadiran gepeng, pengasong dan pengemen dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Di samping keselamatan diri sendiri gepeng sebagian besar anak-anak khususnya harus menatap masa depan yang lebih bagus.

”Kita kembangkan lewat pemeriksaan dan siapa pemasok gepeng ke Denpasar. Kalau diketahui pemasoknya kami tangkap dan proses hukum untuk memberikan efek jera,’’ ujar Anom Sayoga. Ia mengungkapkan, gepeng dan pengasong meminta-minta dan melakukan aktivitas di perempatan jalan melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. Ia tidak kompromi dan mengambil tindakan tegas saat pandemi virus corona terhadap gepeng, pengasong, pengemen maupun kerumunan warga di pinggir jalan.

Baca juga :  Sidak Prokes, Denpasar Jaring 13 Pelanggar, Gianyar Hanya 5

”Tindakan yang kami diambil bagian dari ketertiban umum. Kegiatan yang dilakukan saat pandemi Covid-19 dan berpotensi mengganggu ketertiban umum wajib diambil tindakan tegas sehingga suasana Kota Denpasar tertib, aman dan nyaman,’’ ucapnya.

Mengantisipasi terjadinya kecelakaan saat penertiban gepeng, pengasong dan pengemen di perempatan jalan, lanjut Anom Sayoga, pihaknya memiliki jurus jitu dengan menyebar petugas Satpol PP. Teknis operasional di lapangan harus matang agar gepeng, pengasong dan pengemen tidak mengetahui langkah yang diambil. ”Kalau ada pengemen dan pengasong dari Jawa kita langsung pulangkan melalui Pelabuhan Gilimanuk diseberangkan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur,’’ paparnya.

Baca juga :  Lansia Diminta Jangan Takut Vaksinasi

Anom Sayoga mengaku gepeng yang ditertibkan ada muka lama dan muka baru muncul lagi di Denpasar. Gepeng ini masalah sosial tidak bisa diselesaikan oleh Satpol PP Kota Denpasar dan masyarakat bisa mengawasi terutama masyarakat dari daerah asal gepeng. ”Pananganan gepeng harus juga ikut pemangku kepentingan dari daerah asal gepeng untuk mengawasi warganya menggepeng. Jangan permasalahan ini hanya ditimpakan kepada Satpol PP dan instansi terkait asal gepeng harus ikut berperan aktif menanggulangi masalah sosial ini,’’ tandasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini