Diprotes, Manajemen Pabrik Pengolahan Serabut Kelapa Dipertemukan Warga

20211102 130902
Mediasi antara manajemen PT Bio Global Indonesia perusahaan pengolahan serabut kelapa dengan warga penyanding yang dilaksanakan di kantor Desa Pengambengan.

Negara, DENPOST.id

Adanya protes dari warga penyanding terkait pabrik pengolahan serabut kelapa PT Bio Global Indonesia di Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara disikapi Perbekel Pengambengan.
Mediasi antara manajemen PT Bio Global Indonesia dengan sejumlah warga penyanding dilaksanakan di Kantor Desa Pengambengan, Selasa (2/11/2021).

Mediasi dipimpin Perbekel Pengambengan Kamaruzaman, dihadiri juga Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pengambengan, Kelian Banjar Kelapa Balian, beberapa warga penyanding dan Pimpinan PT Bio Global Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut warga penyanding menyampaikan permasalahan terkait adanya truk-truk yang mengangkut serabut kelapa lewat jalur yang diluar kesepakatan sehingga kerap menimbulkan masalah dan senggolan dengan kendaraan lain.
Demikian juga polusi yang ditimbulkan pabrik karena debu yang keluar pabrik yang membuat mata jadi perih. Air limbah dari pengolahan serabut kelapa yang berwarna hitam sampai keluar. “Saya harap ini bisa diselesaikan dan dicarikan solusinya,” kata H. Mujairimi.

Warga penyanding juga berharap ini juga disikapi dengan serius sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Apalagi perusahaan ini sudah ada di Pengambengan lebih dari dua tahun.

Baca juga :  Jadi Sorotan, Gerombolan Kambing Makan Ini

Perbekel Pengambengan Kamaruzaman juga mengatakan pihaknya memediasi agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut. Apalagi jika masalah tersebut masih bisa dicarikan solusinya. “Mari kita saling memaafkan dan mencari solusi terbaik. Kami harapkan pihak perusahaan juga legowo menerima segala masukan demi kebaikan dan kedamaian di desa kami,” kata Kamaruzaman.

Sementara pemilik PT Bio Global Indonesia Obed Riston Rumlawang kepada media mengatakan pihaknya menerima segala masukan dari warga. Pihaknya selama ini sesuai kesepakatan sudah menyerahkan CSR baik ke masjid, mushola dan lainnya yang ada di sekitar pabrik.Demikian juga sudah membayarkan listrik untuk mesjid dan mushola serta pesantren di dekat pabrik.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Pantau Ruang Isoter Berbasis Desa/Kelurahan

“Ini sejatinya bukan tuntutan namun sudah ada kesepakatan. Ini hanya penegasan lagi. Memang ada sedikit mis di lapangan. Truk yang harusnya masuk arah selatan namun malah datang dari timur. Namun kami sudah sepakati agar ditertibkan lagi,” jelasnya.

Terkait jalan yang rusak atau sempit nanti akan dibuat senderan atau berem jalan sehingga tidak terjadi senggolan lagi. “Untuk senggolan yang sempat terjadi nanti kami tanggung jawab. Demikian juga permasalahan yang disampaikan pihaknya berusaha untuk menyikapinya. Untuk antisipasi polusi debu pihaknya akan memasang paranet di tembok pagar. Kami juga sejatinya ingin membantu warga disini agar kami tetap bisa berkontribusi. Apalagi tenaga kerja banyak dari warga lokal. Di masa pandemi bertahan untuk beroperasi saja kami sudah berusaha maksimal,” tandasnya. (120)

Baca juga :  OPD Diinstruksikan Maksimalkan Sosialisasi Vaksinasi ke Masyarakat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini