Bandara Ngurah Rai Tunggu Regulasi Menhub dan Satgas

picsart 11 02 07.48.03
TUNGGU REGULASI - Penerapan pemberlakukan Test Antigen untuk PPDN di Bandara Ngurah Rai, masih menunggu regulasi.

Kuta, DENPOST.id

PT Angkasa Pura I Ngurah Rai selaku pengelola Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai sampai dengan saat ini masih memberlakukan aturan sebelumnya, yakni SE Kemenhub No. 88 Tahun 2021 dan SE Satgas Covid-19 No. 21 tahun 2021. Di mana, PPDN yang keluar masuk Bali via Bandara Ngurah Rai wajib menggunakan hasil RT-PCR 3 x 24 jam dengan minimal vaksin dosis 1.

“Saat ini, kami masih memberlakukan penggunaan PCR sebagai salah satu persyaratan perjalanan menggunakan moda transportasi udara,” ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Selasa (2/11/2021).

Baca juga :  Tangani Sampah di Pesisir, Komisi III Minta LHK Segera Studi Literasi

Hal ini terkait syarat Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) via transportasi udara yang kembali berubah seiring terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, 2, dan 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Di mana, dalam inmendagri yang diterbitkan tertangggal 1 Nopember 2021 itu, PPDN yang melakukan perjalanan keluar-masuk wilayah Jawa dan Bali menggunakan moda transportasi pesawat udara wajib menunjukkan Antigen (H-1) bagi yang sudah divaksin 2 kali atau PCR (H-3) bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin 1 kali.

Meski demikian, sambung Taufan, aturan Inmendagri tersebut tentu ke depannya akan diterapkan. Hanya saja hal itu tergantung dari regulasi turunan yang akan dijadikan dasar penerapannya, seperti SE Kemenhub dan SE Satgas Covid-19 yang baru. “Masalah kapan diterapkan, itu tergantung regulasi nanti seperti apa. Kalau cepat SE itu keluar, maka kami juga akan cepat implementasi di lapangan,” ucapnya. (113)

Baca juga :  Polres Gianyar Tangkap Empat Tersangka Narkotika

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini