Pengidap HIV di Jembrana Meningkat di Masa Pandemi

20211103 143635
Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati

Negara, DENPOST.id

Kasus positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) makin meningkat di masa pandemi Covid-19. Direktur RSU Negara dr. Ni Putu Eka Indrawati, Selasa (2/11/2021) mengatakan kasus Covid-19 yang dirawat di RSU Negara sudah kosong dan tidak ada penambahan lagi, namun kasus HIV/AIDS yang dirawat di RSU Negara memang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Tahun 2021 ini kasus HIV/AIDS yang dirawat di RSU Negara yang tiap bulannya mengambil obat antiretroviral (ARV) sebanyak 406 orang. “Jumlah itu yang bisa kami data dan mungkin masih banyak lagi yang malu dan tidak berani melaporkan dirinya ke RSU Negara,” terangnya.

Baca juga :  Polres Jembrana Amankan Enam Unit Kendaraan Bodong

Tahun 2020 kasus HIV/AIDS yang terdaftar dan setiap bulannya mengambil obat ARV mencapai 359 orang. Namun sampai tahun ini ada peningkatan kasus di tahun ini, setiap harinya pasien yang mengambil obat di RSU Negara mencapai 15 sampai 20 orang. Sebagian besar penderita HIV/AIDS merupakan diusia produktif.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, sejak kasus HIV/AIDS terdata tahun 2005 hingga tahun ini sebanyak 1067 orang. Namun jumlah kumulatif tersebut, tidak semua aktif karena beberapa ODHA sudah meninggal, sehingga yang masih aktif berobat saat ini sebanyak 401 orang.

Baca juga :  Ketua Persit Minta Anggotanya Tingkatkan Kepekaan Sosial

Dari data kumulatif kasus ini, sisanya yang 600 orang itu sudah meninggal, karena sudah tidak terdata lagi mengambil obat. Meski secara kumulatif kasus mencapai 1067 orang, rata-rata kasus setiap tahun justru menurun dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2019 sebanyak 95 kasus, tahun berikutnya 2020 turun menjadi 87 kasus dan tahun 2021 hingga bulan ini hanya 54 kasus. “Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, kami optimalkan promotif dan preventif, serta screening kasus yang lebih kuat,” terangnya. (120)

Baca juga :  New Normal, Ini Harapan Pengusaha Warung Wisata

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini