Dua Terdakwa Kasus Korupsi LPD Tuwed Akhirnya Ditahan Kejari Jembrana

picsart 11 03 06.53.34
DITAHAN - Terdakwa kasus korupsi LPD Tuwed, ditahan Kejari Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Kasus korupsi LPD Tuwed, Kecamatan Melaya, terus bergulir. Dua terdakwa akhirnya ditahan Kejaksaan Negeri Jembrana, Rabu (3/11/2021).

Kepala Kejari Jembrana, Triono Rahyudi, didampingi Kasi Pidsus I Gusti Ngurah Arya Surya Diatmika mengatakan berkas dua terdakwa di antaranya oknum ketua inisial DPA dan kasir NNS ini segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor.
Kasus ini mencuat, setelah adanya laporan dugaan penyelewengan penggunaan dana di LPD Tuwed sejak tahun 2019. Diduga ada penyimpangan dalam lembaga keuangan itu, setelah masyarakat yang juga nasabah tidak bisa menarik tabungannya, dengan alasan tidak ada dana.

Baca juga :  Diduga Alami Kekerasan dan Ditelantarkan, Seorang IRT Meninggal

Keduanya diduga terlibat penyelewengan dana LPD Tuwed dengan kerugian Rp800 juta lebih.

Kajari Jembrana mengatakan kasus korupsi LPD ini dilakukan mulai 2006 hingga 2018. Dana yang diselewengkan selain 59 pinjaman (kredit), penggunaan dana kas LPD, iuran listrik warga hingga penyelewengan penggelapan penarikan tabungan nasabah. Dikatakannya, dari hasil penyidikan ada dana kas lebih dari Rp1,5 miliar dan setelah dicek di kas LPD hanya Rp500 ribu. “Dari hasil audit ahli akuntan publik kerugian mencapai Rp800 juta,” ujar Kajari.

Baca juga :  Nelayan Perahu Selerek Keluhkan Harga Solar

Dari penyidikan, keduanya mengakui menggunakan selisih dana tersebut. Dari total nilai kerugian mencapai Rp800 juta, selama proses penyidikan, kedua terdakwa mengembalikan total Rp369 juta. DPA mengembalikan Rp313 juta dan NNS Rp54 juta, sehingga masih ada selisih kerugian negara sekitar Rp500 juta lebih yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Penyidik memutuskan untuk menahan kedua terdakwa. Saat ini, keduanya ditahan terpisah di Mapolsek Kota Jembrana, dan Mapolsek Melaya sebagai tahanan titipan Kejari Jembrana selama 20 hari. Kedua terdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP. (120)

Baca juga :  Tanah Longsor di Yehembang Kauh, Dua Banjar Terisolasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini