Badung Sambut Baik Pemberlakukan Karantina Wisman Selama Tiga Hari

picsart 11 03 06.54.58
Plt. Kadis Pariwisata Badung, Cok Raka Darmawan.

Mangupura, DENPOST.id

Pemerintah pusat kembali mengeluarkan kebijakan baru bagi syarat penerbangan dan juga masa karantina. Kebijakan tersebut, tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021, dan juga Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan SE Nomor 96 Tahun 2021. Kebijakan ini juga langsung diterapkan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Badung juga menyambut baik hal ini.

Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Isinya seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut, yakni pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan Internasional, serta diwajibkan menjalani karantina selama 5 x 24 jam bagi pelaku perjalanan Internasional yang baru menerima vaksin dosis pertama atau selama 3 x 24 jam bagi pelaku perjalanan Internasional yang sudah menerima vaksin dosis lengkap.

Baca juga :  Pembangunan Gerbang Elektronik Kawasan Uluwatu, Ini Acuannya

Kemudian, Kemenhub SE Nomor 96 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada masa pandemi Covid-19. Salah satu persyaratan yang diubah, yakni untuk penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Bali, serta antarbandar udara di dalam wilayah Pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dari kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan dan kartu vaksin sudah lengkap atau dosis kedua.

Kemudian untuk yang vaksinasi dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dari kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum berangkat. Untuk penerbangan antarbandar udara di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam, sebelum keberangkatan atau menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam, sebelum keberangkatan dan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Baca juga :  DLHK Badung Buru Pembuang Sampah di Hutan Mangrove

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Badung, Cok Raka Darmawan mengaku menyambut baik keluarnya kebijakan ini. Sejauh ini, Badung selalu mengacu kepada aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. “Kita mengacu kepada aturan itu juga sangat menguntungkan kita di daerah. Semua yang bersifat meringankan, itu menguntungkan kita di Bali,” bebernya, Rabu (3/11/2021).

Sejauh ini, untuk geliat pariwisata di Badung pascadibuka pariwisata, ia mengakui paling tidak dibukanya keran pariwisata ini tentu patut disyukuri. “Masalah kunjungan itu, tergantung dari pihak wisatawan itu sendiri. Pemerintah sudah berupaya untuk membuka, begitu juga pelaku pariwisata juga sudah melakukan persiapan. Intinya sarana prasarana semua sudah siap,” ujarnya.

Sementara Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira tak menampik Bandara Ngurah Rai saat ini sudah menerapkan sesuai Inmendagri 57/2021, SE Satgas Covid-19 Nomor 22/2021 dan SE Kemenhub nomor 96 Tahun 2021 bagi penumpang di Bandara Ngurah Rai. Persyaratan perjalanan domestik untuk vaksin minimal dosis pertama dan mereka harus menunjukkan hasil negatif uji tes PCR 3X24 jam. Sementara untuk penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis kedua, cukup menunjukkan hasil negatif uji tes Antigen 1×24 jam.

Baca juga :  Kuatkan LPD Kuta, Pemkab Badung Turun Tangan

Selain itu, pelaku perjalanan orang usia di atas 12 tahun yang tidak bisa divaksin karena penyakit tertentu, menggunakan surat keterangan dari dokter spesialis dari rumah sakit pemerintah dan hasil uji tes negatif PCR berlaku 3×24 jam. Pelaku perjalanan orang dengan usia di bawah 12 tahun tidak diwajibkan vaksin tetapi melampirkan hasil uji tes negatif PCR berlaku 3×24 jam. Selain itu juga wajib mengisi e-HAC Indonesia, di aplikasi PeduliLindungi, setelah melakukan check-in tiket pesawat. “Per hari ini kami sudah menerapkan SE Kemenhub Nomor 96 tahun 2021 itu,” terangnya. (dewa sanjaya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini