Gubernur Koster  Optimistis Bali Segera PPKM Level I

kosterku
Gubernur Bali Wayan Koster (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost.id

Masa karantina selama lima hari bagi wisatawan mancangara (wisman) kini dievaluasi. Melalui jumpa pers pada Kamis (4/11/2021) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa karantina wisman hanya tiga hari, daripada sebelumnya lima hari.  Kebijakan itu menimbang  usulan dan aspirasi masyarakat maupun pengusaha pariwisata yang selama ini resah dengan penerapan karantina lima hari, karena dinilai tak mengakomodir aspek bisnis.

“Masa karantinanya (wisman) diturunkan dari lima hari menjadi maksimum tiga hari. Bahkan kalau bisa tidak perlu ada karantina. Namun saya kira pemerintah sudah cukup bijak. Karantina wisman diturunkan menjadi tiga hari,” terang Gobernus Koster, yang saat itu tampil sendirian.

Menurut dia, karantina selama lima hari hanya diterapkan pada mereka yang baru vaksin satu kali. Kemudian pada hari kelima akan dilakukan exit test atau tes akhir. Pemerintah pusat bersama Pemprov Bali telah menyepakati membuka kunjungan wisman ke Pulau Dewata mulai 14 Oktober 2021 untuk 19 negara, dengan menerapkan prinsip resiprokal.

Gubernur Koster menambahkan sejak 30 Agustus 2021, penanganan pandemi covid-19 di Bali membaik. Hal ini ditandai dengan menurunnya kasus baru covid-19. Kasusnya melandai dan stabil di bawah 30 kasus/hari. Sedangkan pada Kamis kemarin muncul 19 kasus baru, sebanyak 18 orang sembuh dan dua orang meninggal dunia. “Secara konsisten (pasien meninggal) di bawah lima per hari,” tegas Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, Kasus Positif 21 Orang dan 16 Pasien Sembuh

Jumlah kasus aktif juga terus menurun secara konsisten hanya 280 orang (dirawat di rumah Sakit sebanyak 89 orang dan yang diisolasi terpusat sebanyak 191 orang). Jumlah pasien sembuh secara kumulatif terus meningkat dan mencapai 96,41%.

Atas kondisi itu, lanjut Gubernur Koster, pemerintah pusat lalu mengumumkan bahwa mulai Senin (1/11/2021), PPKM di Provinsi Bali turun ke level 2. “Astungkara kita sudah di level dua. Saya kira kita sudah bisa mencapai level satu,” ungkapnya.

Baca juga :  Lampaui Target Sensus Penduduk, Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Nasional

Pencapaian vaksinasi juga semakin maju. Suntik dosis 1 sudah mencapai 100,4% dan suntik 2 mencapai 86,8%. Meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi, tak sepenuhnya menjamin bebas dari penularan covid-19.

Gubernur Koster mengajak masyarakat agar tidak menyikapi penurunan kasus ini dengan euphoria berlebih, tapi harus tetap waspada mengingat Bali masih berada dalam masa pandemi covid-19. Sangat berbahaya terjadi penularan, terlebih muncul varian baru, Mu, di beberapa negara.

Baca juga :  Melaju Lurus di Persimpangan, Grand Max Tabrak Bule Rusia

Dengan semakin baiknya pencapaian penanganan pandemi covid-19 di Provinsi Bali ini, pemerintah pusat kemudian memberi kepercayaan dan merencanakan beberapa even internasional di Bali. Even itu di antaranya Indonesian Badminton Festivals 2021 pada 16 November – 7 Desember 2021 yang diikuti 38 negara yaitu 24 negara yang menjadi pemain, dan 14 negara yang menjadi wasit. Juga pertemuan ke-4 Konferensi Para Pihak (COP4) Konvensi Minamata tentang merkuri pada 21 – 25 Maret 2022 yang diikuti 135 negara. Global Platform for Disaster Risk Reduction (Pengurangan Risiko Bencana) pada 23 – 28 Mei 2022 yang diikuti 193 negara, serta Konferensi Presidensi G-20 mula iDesember 2021, dan pertemuan puncak Presidensi G-20 pada 30 – 31 Oktober 2022. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini