Penyidik Kejari Klungkung Sita Uang LPD Ped

sita uang 1
SITA UANG - Penyidik Kejari Klungkung menyita sejumlah uang dari kasus dugaan penyelewengan dana LPD Ped, Nusa Penida.

Semarapura, DENPOST.id

Kasus dugaan penyelewengan dana di LPD Ped, Kecamatan Nusa Penida, terus bergulir di tangan penyidik Kejaksaan Negeri Klungkung. Setelah menetapkan dua tersangka, penyidik juga menyita uang yang diduga hasil dari kejahatan di LPD Ped sebesar Rp 457.358.000.

“Penyitaan uang tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan. Sekaligus upaya penyelamatan keuangan negara,” ungkap Kajari Klungkung, Shirley Manutede, Jumat (5/11/2021).

Menurut Shirley, penyidik melakukan penyitaan uang tersebut pada tanggal 22 dan 28 Oktober 2021. Penyitaan dilakukan setelah pihak penyidik menetapkan  IMS selaku Ketua LPD Ped, dan IGS salah seorang pengurus LPD yang bertugas di bagian kredit sebagai tersangka pada 14 Oktober 2021. Namun hingga Jumat, kedua tersangka belum juga ditahan dengan alasan masih melakukan pengembangan.

“Saat ini proses penanganan perkara masih menunggu laporan hasil pemeriksaan audit kerugian Negara dari Inspektorat Kabupaten Klungkung,” imbuhnya.

Baca juga :  Satu Pegawai Pertamanan Kejari Klungkung Reaktif

Lebih lanjut dikatakan, bentuk penyimpangan di LPD Ped di antaranya pemberian dana pensiun kepada pegawai yang belum memasuki purnatugas dan pemberian komisi kepada pegawai yang tidak sesuai ketentuan.

 

Penyimpangan lainnya pemberian tunjangan kesehatan menyalahi aturan, biaya tirtayatra, dan biaya outbound. Termasuk biaya promosi yang seharusnya dicairkan sesuai peruntukan malah dana itu diduga dibagi-bagi. Selain itu penyidik menemukan ada pemberian kredit karyawan LPD Ped beserta keluarganya dengan suku bunga di bawah standar.

Baca juga :  Kaca Mobil Dikepruk, Pemilik Rugi Rp 40 Juta

Yang mengejutkan, penyidik juga menemukan ada kredit macet sekitar Rp 2,5 miliar dalam LPD tersebut. Kredit macet ini mulai terjadi pada tahun 2017. Modus yang dilakukan dengan pemberian kredit topengan yakni kredit menggunakan nama tertentu tapi digunakan orang lain.

“Pihak penyidik selanjutnya akan mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi lainnya. Namun untuk mengungkap perkara ini tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain. Apalagi penyidik menemukan sejumlah penyimpangan yang dilakukan pengurus dalam mengelola LPD Ped,” tegasnya. (119)

Baca juga :  Bangkai Babi di Bakas Akhirnya Dikubur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini