Prokes Masih Dilanggar, Kasatpol PP Minta Warga Waspada Covid-19 Gelombang Ketiga

denda masker 1
TANPA MASKER – Salah seorang warga tanpa masker terjaring razia prokes saat PPKM Level 2 di simpang Jl. Pendidikan-Jl. Raya Sidakarya, Denpasar.

Sumerta, DENPOST.id

Kedisiplinan warga menaati protokol kesehatan (prokes) rupanya belum maksimal. Ini terlihat dari masih ditemukannya pelanggar protokol prokes dalam setiap razia yang digelar Tim Yustisi Kota Denpasar. Bahkan, selama dua minggu menggelar razia gabungan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, tim yustisi mengantongi denda Rp 11,4 juta.

Kasatpol PP Kota Denpasar, yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, mengatakan, dari razia prokes selama PPKM Level 2, sebanyak 277 pelanggar terjaring. 114 orang di antaranya tanpa masker dan dedenda, serta 163 salah memakai masker dan hanya diberi teguran. ”Kasus positif Covid-19 masih terjadi, masyarakat tidak boleh mengabaikan prokes. Masyarakat harus waspada terhadap terjangan Covid-19 gelombang ketiga. Jangan sampai ini terjadi. Ekonomi akan semakin terpuruk kalau kasus Covid-19 naik lagi,” katanya, saat ditemui di sela-sela razia, Jumat (5/11/2021).

Baca juga :  Perda No.3 Tahun 2020, Semangat Baru Evaluasi Tata Ruang Bali

Diakui Anom Sayoga, sebagian besar pelanggar prokes merupakan warga luar Denpasar. ”Kami tidak berhenti melaksanakan razia atau sidak prokes sambil melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat yang kurang disiplin mematuhi prokes, baik bagi warga Denpasar, atau luar Denpasar. Mari tetap disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama,’’ ucap Anom Sayoga.

Dia menegaskan kembali, sidak prokes ini bukan semata mencari kesalahan dan menghukum masyarakat, tapi mengajak semua disiplin dan mencegah penularan virus korona agar tidak kembali meluas. ”Tanpa ada kesadaran semua pihak, kami khawatir kasus positif virus korona sulit dibendung. Masyarakat menjadi garda terdepan memutus mata rantai virus korona. Kalau sudah benteng utama bobol, tidak terhindarkan grafik positif virus korona kembali naik. Kami harapkan masyarakat tetap patuh dan taat prokes meskipun sudah divaksin,” pintanya.

Baca juga :  Diduga Memperkosa, Pria Asal Turki Dipolisikan

Apa yang disampaikan Anom Sayoga tersebut, mendapat dukungan salah seorang warga Denpasar, Ni Made Sinta Wulandari. Sinta yang seorang penyintas Covid-19 ini mengakui terpapar Covid-19 sungguh menyiksanya. “Saya sudah divaksin, saya juga menerapkan prokes ketat, apalagi kalau beraktivitas di luar rumah. Cuma karena ada anggota keluarga yang ternyata tidak bergejalan, di sana virus korona mendapat celah. Badan demam, indra penciuman dan perasa hilang, badan lemas, sungguh tersiksa. Beruntung dengan pengobatan yang tepat serta doa dan dukungan keluarga, saya bisa melewati masa-masa itu,” kenangnya.

Baca juga :  Gara-Gara Ini Keberadaan SDN 6 Ubung Terancam

Jadi, lanjut Sinta, jika tidak ingin tertular, selain harus vaksin, prokes wajib dilaksanakan tidak hanya saat di luar rumah, tetapi juga saat di dalam rumah. “Karena kita tidak pernah tahu siapa yang sudah terpapar atau tidak. Itu sebabnya harus waspada dan saling menjaga dengan disiplin menerapkan prokes,” pungkasnya.  (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini