Gubernur Koster Harap 636 Desa Mampu Kelola Sampah Berbasis Sumber

kostermu
BERI PENJELASAN - Bupati Klungkung Nyoman Suwirta (paling kiri) memberi penjelasan kepada Gubernur Bali Wayan Koster mengenai pengelolaan sampah di TOSS Center di Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Rabu (3/11/2021). (DenPost.id/ist)

Dawan, DenPost.id

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster kembali mengingatkan seluruh stakeholder di Bali agar mengelola sampah berbasis sumber. Tujuannya menyelesaikan sampah dari hulu sampai hilir hingga tuntas. Gubernur Koster menyampaikan hal itu saat meninjau pengelolaan sampah di TOSS Center di Desa Kusamba, Dawan, Klungkung, Rabu (3/11/2021). Dalam kesempatan itu hadir Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), bersama Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Bali Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati, Sekda Dewa Made Indra bersama Ketua Dharma Wanita Provinsi Bali Widiasmini Indra, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama Ketua TP PKK Klungkung Ayu Suwirta, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Gde Anom, Plt. Dinas Pertanian Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, dan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma.

Baca juga :  Air Sungai Candi Gara Kembali Meluap, Ratusan Rumah Terendam

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali secara khusus minta kepada Bupati Klungkung agar betul-betul menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan konsep TOSS-nya dengan baik sesuai Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Dengan demikian, TOSS betul-betul efektif, dan berjalan sebagaimana mestinya.

Gubernur Koster berharap agar tahun 2022, sebanyak 636 desa di Bali mampu menjalankan Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. Harapan tersebut disampaikan Gubernur supaya pengelolaan sampah selesai di desa, tanpa mengotori desa lain. Hal ini sejalan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan mengandung makna menjaga kesucian serta keharmonisan alam Bali seserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama  yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Visi ini untuk menjaga lingkungan alam yang bersih, hijau, dan, indah, serta berkualitas dengan mengembangkan tatanan kehidupan krama Bali berdasarkan nilai-nilai filsafat Sad Kerthi yaitu Atma Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” beber Gubernur tamatan ITB ini.

Baca juga :  Resahkan Warga, Polres Klungkung Amankan 68 Motor Knalpot Brong

Untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis sumber di desa, Gubernur Koster menegaskan bahwa sekarang ada Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera yang terdiri atas ASN dan non-ASN di lingkungan Pemprov Bali dengan tugas sebagai mediator dan fasilitator, serta mensosialisasikan, mengedukasi, mendampingi, memberdayakan, dan bekerjasama, dengan para pihak guna mempercepat program pembangunan Pemprov Bali di desa/kelurahan dan desa adat, khususnya program pengelolaan sampah berbasis sumber di desa/kelurahan dan desa adat, sesuai Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, dengan slogan ‘’Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain’’. (wir)

Baca juga :  10.430 KK Diusulkan Dapat BLT Kabupaten Klungkung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini