Gelar Sosialisasi, Bawaslu Badung Gandeng Penyandang Disabilitas

picsart 11 06 10.11.22
SOSIALISASI - Sosialisasi yang digelar Bawaslu Badung yang menggandeng kaum difabel dan milenial.

Kuta, DENPOST.id

Bawaslu Badung menggelar sosialisasi pengawawasan partisipatif di Kuta, Jumat (5/11/2021). Menariknya, dalam kegiatan bertema peran aktif komunitas kemasyarakatan dalam pemilihan dan pemilihan umum ini juga melibatkan para siswa penyandang Disabilitas dari YPAC dan SLBN Badung, Jimbaran dan komunitas serta kalangan milenial.

Dalam kesempatan itu para siswa ini mendapat kesempatan tampil menari dan membawakan lagu yang mampu memukau hadirin di acara tersebut.

Ketua Bawaslu Badung, Ketut Alit Astasoma, memaparkan, sosialisasi tersebut baru pertama kali. Sosialisasi ini bagian dari upaya dalam memperkuat fungsi-fungsi pengawasan dalam hal partisipatif. Sebab, tantangan dalam pelaksanaan pemilu serentak adalah dalam lingkup pengawasan. Karenanya pihaknya memperkuat fungsi pengawasan dengan membuka kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk kaum disabilitas dan generasi milenial.

“Mereka wajib kita libatkan agar Pemilu berjalan dengan bagus. Kita ambil generasi muda, termasuk anak-anak yang terabaikan selama ini, yaitu kaum marginal atau disabilitas. Jangan sampai orang-orang hanya meminta hak pilihnya, namun harus diperhatikan juga berbagai aspek terhadap mereka mulai dari layanan sosial, layanan pendidikan, fasilitas pendidikan dan lainnya,” bebernya.

Baca juga :  Pergi Setelah Rapid Test Reaktif, Ibu dan Anak Dikarantina

Bawaslu perlu melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan mengingat kompleksitasnya Pemilu serentak pada 2024 mendatang. Selain itu luas cakupan pengawasan tentu membutuhkan peran serta masyarakat . “Dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam pemilu itu, bisa menciptakan iklim yang demokratis, menjaga kualitas proses pemilu, dan mendorong substansi dari pemilu. Mengingat kemampuan atau jangkauan yang kita miliki, sehingga kita minta partisipasi masyarakat itu sendiri. Paling tidak memberikan informasi awal dugaan pelanggaran saat pemilu,” katanya.

Baca juga :  Tanpa TPS Khusus, Begini Proses Pencoblosan di Rutan Bangli

Dia menambahkan, terkait pemetaan kerawanan pelanggaran saat Pemilu, yang menjadi perhatian serius masih di seputar data pemilih. Apalagi persoalan data pemilih itu kerap ditemui pada penyelenggaraan sebelumnya. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini