Kota Denpasar Akan Hadapi Masalah Besar Sampah

picsart 11 07 01.12.26
TANAM POHON – Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Kalak BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, dan Ketua Harian FPRB I Gusti Agung Putra Dhyana, saat menanam pohon penghijauan di areal Tukad Bindu, Sabtu (6/11/2021)

Kesiman, DENPOST.id

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan ke depan Kota Denpasar akan menghadapi masalah besar, khususnya sampah. Pasalnya, ada wacana TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Suwung bakal ditutup untuk membuang sampah.

”Kalau betul TPA Suwung ditutup akan muncul masalah baru khususnya sampah. Karena akhir tahun 2021 ini, sampah menjadi masalah besar di Kota Denpasar,’’ kata Jaya Negara, di sela-sela pendeklarasian pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Denpasar di bantaran Tukad Bindu, Kesiman, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga :  Lewat "Main Bola Yuk", Dukung Bali "Host" PD U-20

Dalam kesempatan itu, Jaya Negara mengapresiasi terbentuknya FPRB karena dalam visi Pemerintah Kota Denpasar sangat jelas mewujudkan Denpasar kreatif dan berbasis budaya menuju Denpasar maju. Visi tersebut, salah satunya menjaga stabilitas keamanan melalui terkendalinya keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dan penanggulangan bencana.

”Kami harapkan muncul kesadaran seluruh elemen masyarakat menghadapi bencana dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, mampu mengurangi resiko bencana dan korban, serta kerugian materiil sekecil mungkin akibat bencana alam,’’ ucapnya.

Baca juga :  Korupsi Dana Hibah Bedah Rumah, Perangkat Desa dan Warga jadi Tersangka

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan deklarasi FPRB tingkat Provinsi Bali oleh BNPB dilanjutkan deklarasi FPRD di Kota Denpasar sekaligus audiensi dengan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara. ”Walikota Denpasar mendukung kegiatan ini dengan mengkolaborasikan seluruh potensi yang ada di Kota Denpasar karena sejalan dengan visi-misi Walikota Denpasar dalam hal penanggulangan bencana dengan mengurangi resiko bencana lewat kegiatan mitigasi bencana,’’ kata Joni Ariwibawa.

Baca juga :  PDIP Pasang Badan Kawal Pemerintahan Koster

Ketua Harian FPRB Kota Denpasar, I Gusti Agung Putra Dhyana mengatakan terbentuknya FPRB diatur dalam Undang-undang kebencanaan harus ada lembaga dari tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai tingkat desa/kelurahan. Forum ini untuk membantu pemerintah mengurangi resiko bencana. ”Kami ikut membantu pemerintah menangani bencana di Kota Denpasar,’’ kata Dhyana. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini