Persediaan Babi Potong di Denpasar Aman

picsart 11 08 10.04.15
CEK DAGING – Petugas Dinas Pertanian Kota Denpasar mengecek kesehatan daging babi yang dijual pedagang di Pasar Pedung, Denpasar Selatan (Densel), Senin (8/11/2021).

Lumintang, DENPOST.iD

H-1 (sehari) menjelang penampahan Galungan pada Selasa (9/11/2021) besok, setok daging babi di Denpasar dikatakan aman. Babi yang akan dipotong jauh lebih sedikit dibandingkan persediaan babi yang ada.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Drh. Made Ngurah Sugiri, Senin (8/11/2021), mengatakan, selain memastikan ketersediaan daging babi, kesehatan dan kualitas daging yang akan dan sudah dipotong jugabdicek. “Stok babi di Kota Denpasar untuk menyambut Galungan sebanyak 3.000 ekor. Babi yang dipotong mulai Senin (8/11/2021) ini dan Selasa (9/11/2021) besok 1.600 ekor babi. Kebutuhan babi yang dipotong saat penampahann Galungan dua kali lipat dari hari biasanya yakni 600 ekor,” terangnya, Senin (8/11/2021) pagi.

Baca juga :  Paguyuban Pinandita Dharma Bhakti Lestarikan Kearifan Lokal Bali

Dia mengaku mulai hari ini menurunkan 23 tim mengecek kesehatan daging babi yang dijual di pasar-pasar dan dipotong di RPH (Rumah Potong Hewan) Kota Denpasar. Diungkapkannya, di Denpasar banyak kantong-kantong peternakan babi siap potong, seperti kelompok ternak Kresek di Kelurahan Sesetan, Kelurahan Pedungan dan Gelogor Carik, Denpasar Selatan (Densel). Disusul kelompok ternak Gang Bungkak, Tanjung Bungkak, Desa Sumerta Kelod dan kelompok ternak yang ada di Penatih, Denpasar Timur (Dentim).

”Sebelum dipotong, kesehatan babi harus diperiksa di RPH guna menghindari terjangkit penyakit,’’ katanya.

Baca juga :  119 Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar

Lebih lanjut Ngurah Sugiri menjelaskan, sehari sebelum penampahan Galungan dan penampahan Galungan babi yang dipotong terlebih dahulu masuk ke RPH diperiksa antemortem dan postmortem. Dia bersama tim mulai Senin ini turun ke pasar-pasar yang ada di Kota Denpasar mulai pukul 04.00-08.00 mengecek kesehatan daging yang dijual untuk mengantisipasi adanya bakteri. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, semua daging ternyata sehat.

”Kami bukan saat penampahan Galungan saja mengecek kesehatan daging babi. Namun setiap hari melakukan edukasi sekaligus sosialisasi terhadap pedagang dan masyarakat terkait olahan daging agar daging dikonsumsi aman, sehat dan utuh,’’ ucapnya.

Baca juga :  Senin, PPKM di Denpasar Lewat Posko Satgas

Dia mengimbau masyarakat agar mengonsumsi daging babi yang asal-usul status daging kesehatan jelas dinyatakan oleh dokter hewan. Kalau ada indikasi babi memiliki penyakit dan hewan tersebut sudah dipotong, dia menyarankan masyarakat mengolah daging dengan baik. “Artinya, pemanasan daging babi di atas 70-100 derajat selsius sehingga bakteri mati. Kami minta masyarakat tidak mengkonsumsi olahan daging babi mentah atau setengah matang. Jika ingin mengkonsumsi daging babi terlebih dahulu direbus atau dimasak dengan suhu panas 100 derajat selsius sehingga kuman mati,’’ pintanya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini