Pastikan Daging Mepatung Aman, Petugas Cek Tempat Pemotongan Babi

picsart 11 08 03.45.12
CEK DAGING - Petugas ketika mengecek daging babi yang sudah dipotong dan siap dibagikan kepada warga yang ikut mepatung.

Negara, DENPOST.id

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sudah menjadi tradisi masyarakat Hindu di Bali melaksanakan mepatung.
Mepatung ini meringankan warga untuk mendapat daging untuk keperluan hari raya karena dilakukan bergrup. Terlebih di masa pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, harga daging babi di pasaran saat ini masih tetap Rp 100.000 per kilogram. Hal ini karena harga daging babi hidup saat ini mengalami penurunan harga dari Rp 48.000 per kilogram menjadi Rp 43.000/kilogram.
Harga daging babi di pasaran saat ini masih tetap Rp 100.000/perkilogram. Hal ini karena harga daging babi hidup saat ini mengalami penurunan dari Rp 48.000/kilogram menjadi Rp 43.000/kilogram.

Baca juga :  Cuaca Buruk, Nelayan Tidak Melaut, Penyeberangan Waspada

Dari data yang sudah masuk ke Dinas Pertanian dan Pangan Bidang Keswan dan Kesmafet Kabupaten Jembrana, terdapat 33 tempat pemotongan babi yang dipastikan rutin melakukan pemotongan babi menjelang Hari Raya Galungan ini. Guna menjamin dan memastikan babi ataupun daging babi yang dipotong saat mepatung aman untuk dikonsumsi, petugas dari bidang Keswan dan Kesmavet, Senin (8/11/2021) melakukan pemeriksaan ke lokasi pemotongan babi.

Petugas Medikfeteriner Kabupaten Jembrana, drh. I Gede Adhi Adnyana seizin Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, di lokasi pemotongan babi di Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru mengatakan, pemeriksaan dilakukan dengan dua tahap, yakni antemortem dan post mortem.

Baca juga :  Polres Jembrana Bentuk Satgas Satpam

Dari hasil pemeriksaan di 33 tempat pemotongan babi ini, semua babi yang dipotong untuk mepatung dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi. “Jika ditemukan babi dalam pemeriksaan antemortem maupun postmortem dalam keadaan sakit dan ditemukan tanda di bagian organ dalam dan daging, maka petugas akan melarang pemilik tempat pemotongan babi untuk memotong babi tersebut,” kata Adhi Adnyana.

Dikatakannya, tiap menjelang Hari Raya Galungan sebanyak lebih dari 300 ekor babi dipotong untuk mepatung. “Semenjak pandemi Covid -19 ini, geliat mepatung jelang hari raya masih ditahan. Namun kini saya lihat sejak meredanya Covid -19, semangat mepatung dari warga kembali meningkat,” jelas Adhi Adnyana.

Baca juga :  PPDN Akui Tidak Tahu Ada PPKM Darurat dan Penyekatan

Sementara itu, Made Sudana Yasa (52), salah seorang warga Desa Banyubiru yang ikut mepatung juga mengakui saat Covid- 19 mereda, geliat warga untuk mepatung mulai ramai.
“Hari ini kami motong babi 2 ekor dengan peserta mepatung 30 orang. Kalau hari raya tahun lalu saya hanya memotong 1 ekor saja,” ujar Made Sudana Yasa ditemui saat membagi daging babi di rumahnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini