Warga Keluhkan Cekungan Trotoar dan Jarak ‘’Manhole’’ di Jalan Trengguli

picsart 11 11 03.37.25
TUMPANG TINDIH - Pemasangan jarak manhole trotoarisasi di sepanjang Jalan Trengguli Penatih, yang dikeluhkan warga karena terkesan tumpang tindih.

Penatih, DENPOST.id

Perbaikan infrastruktur besar-besaran terjadi di sepanjang Jalan Trengguli, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur tahun 2021 ini. Perbaikan pun telah mendekati rampung. Namun, dari perbaikan infrastruktur ini ternyata menyisakan keluhan dari warga sekitar. Mengingat, pemasangan trotoar di sepanjang jalan ini menganggu kenyamanan warga.

Salah satu warga yang ditemui di Jalan Trengguli, Wayan Wirna, Senin (8/11/2021), mengaku sepanjang Jalan Trengguli dengan adanya perbaikan infrastruktur terlihat bagus. Namun, pemasangan trotoar tidak sesuai seperti yang dibayangkannya. “Pemasangan trotoar saya nilai bagus. Namun sayangnya cekungan trotoar untuk akses masuk ke rumah warga, pertokoan, tempat usaha dan lainnya lebih tinggi dari aspal, sehingga sangat menganggu warga yang mengendarai kendaraan untuk masuk karena ban motor bisa selip,” kata Wirna.

Baca juga :  Jaga Keamanan, Siskamling Perlu Dihidupkan

Tak hanya akses masuk yang dikeluhkan warga. Warga lainnya juga menilai adanya kesan tumpang tindih dalam pemasangan jarak manhole (penutup lobang got) trotoar di sepanjang jalan ini. Menurut warga lainnya, Agus Putra, showroom kendaraan roda empat dipasang manhole yang diisi cekungan. Sedangkan di tempat lainnya, dipasang manhole tapi tak diisi cekungan. “Inilah yang membuat kami heran terhadap proyek pemerintah. Seharusnya disamaratakan dan tidak tumpang tindih seperti ini,” ucapnya.

Kesan tumpang tindih ini, dinilai warga sangat keterlaluan. Sebab ada pemasangan jarak manhole, dengan jarak 2 atau 3 meter, serta ada juga yang tidak dipasang manhole. Sedangkan aturan dari pemerintah pemasangan manhole maksimal 6 meter. Jika ketemu gang dan rumah warga akan diberikan kompensasi 1 meter dari 6 meter itu. “Aturan itu, tidak jelas bagi kami. Buktinya di lapangan tidak sesuai dengan apa yang menjadi aturan tersebut,” ketusnya.

Baca juga :  PPKM Berbasis Mikro di Denpasar Diperpanjang Dua Minggu

Sementara Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Wayan Dirgayasa yang dikonfirmasi via telepon mengakui penataan perbaikan infrastruktur di sepanjang Jalan Trengguli, Kelurahan Penatih untuk keselamatan pejalan kaki, makanya trotoarisasi dibuat lebih tinggi. “Trotoar kami buat tinggi untuk keselamatan pejalan kaki,” ujar Dirga

Lalu kenapa cekungan trotoar lebih tinggi dari aspal dan dikeluhkan warga karena akses masuk ke rumah maupun pertokoan dan warung di sepanjang jalan ini menyusahkan warga? Terkait hal ini, Dirga mengungkapkan cekungan trotoar untuk akses masuk memang masih tinggi dari aspal. Namun, setelah hari raya Galungan, sepanjang jalan ini akan diaspal lagi supaya rata dengan ujung cekungan trotoar yang menjadi akses masuk warga. “Setelah hari raya Galungan, sepanjang Jalan Trengguli ini kami aspal lagi karena sebelumnya ada perbaikan. Kami harap masyarakat memaklumi hal ini dan pastinya kami akan tuntaskan perbaikan infrastruktur sampai akhir November ini,” tandasnya. (112)

Baca juga :  Awasi 42 PMI, Satgas GR Padangsambian Gandeng Kaling

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini