Calon Dubes RI Apresiasi Program Pembangunan Gubernur Koster

dubes
USAI PERTEMUAN - Gubernur Bali Wayan Koster usai pertemuan dengan para calon Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (11/11/2021). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Para calon Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI memberikan apresiasi terhadap program pembangunan Bali yang dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Hal itu terungkap dalam pertemuan calon Dubes LBBP RI bersama Gubernur Koster di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, pada Kamis (11/11/2021), dalam program Lintas Nusantara. Kegiatan itu dipimpin staf Ahli Hubungan Antar-lembaga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Muhsin Syihab, serta dihadiri 12 calon Dubes LBBP RI.

Dalam kesempatan itu, Muhsin Syihab menyampaikan bahwa dipilihnya Bali sebagai program Lintas Nusantara bagi calon Dubes LBBP RI bertujuan memperoleh informasi yang utuh dari Gubernur Kotser berkaitan dengan penanganan pandemi covid-19, pembukaan pariwisata, hingga program Pemprov Bali. Program-program rencananya diinformasikan ke tempat para dubes bertugas. “Mengingat Bali dalam waktu dekat ini menggelar even internasional seperti BWF World Tour Finals 2021 dan tahun 2022 berlangsung KTT G20,” tegas Muhsin Syihab.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para calon Dubes LBBP RI karena memilih Bali sebagai program kunjungan Lintas Nusantara. “Ini baru pertama kali ada kunjungan calon Dubes ke Pulau Dewata. Mengenai pandemi covid-19, dalam situasi terkini (10 November 202), angka kesembuhan mencapai 96,26%, angka kematian 3,54%, jumlah yang dirawat 232, pemakaian tempat isolasi 2,24%, dan pemakaian ICU 6,18%,” terangnya.

Gubernur Koster lebih lanjut menjelaskan bahwa pencapaian vaksinasi di Bali sudah tinggi. Untuk vaksinasi suntik dosis 1 mencapai lebih dari 100% dan vaksinasi dosis 2 mencapai 87% lebih, sehingga terjadi kekebalan kelompok. Hal ini menjadi prioritas pemerintah pusat. “Perkembangan covid-19 di Bali melandai, dan mulai stabil, sehingga aktivitas berjalan seperti biasa. Ada ribuan wisatawan domestik yang berkunjung ke Pulau Dewata melalui udara, dan ada juga puluhan ribu yang melalui jalur darat. Meskipun demikian, kami tetap waspada, dan menjalankan prokes hingga menerapkan testing, tracing, dan treatment. Penanganan covid-19 juga kami berlakukan sampai di tingkat desa adat, seperti penggunaan masker,” jelas Gubernur Bali tamatan ITB ini.

Baca juga :  Gubernur Koster Dukung PSSI Sukseskan BRI Liga 1 di Bali

Belajar dari pandemi, Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini, menyampaikan bahwa sebagai Gubernur, dia telah menyusun arah pembangunan  dengan konsep kearifan lokal Bali yang dikenal dengan nama Ekonomi Kerthi Bali. Hal ini bertujuan mewujudkan Bali berdikari dalam bidang ekonomi, dan punya enam sektor unggulan sebagai pilar perekonomian Bali mulai dari sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan; sektor kelautan/perikanan;  sektor industri; sektor industri kecil dan menengah (IKM), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi; sektor ekonomi kreatif dan digital; serta sektor pariwisata.

Gubernur Koster menyebut sudah waktunya Bali mengembangkan perekonomian yang tidak lagi menggantungkan pada satu kantung yaitu pariwisata. Menurut dia, Bali harus mengambil pilihan mengembangkan perekonomian yang bersumber dari keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal yang meliputi alam, krama (masyarakat), dan kebudayaan Bali, sebagai sumber daya potensial pada sektor pertanian, kelautan/perikanan, dan industri kerajinan rakyat. “Khusus untuk ekonomi digital, akan kami dorong agar memasarkan produk-produk UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital, karena sangat efektif, efisien, produktif, serta bernilai tambah,” jelas mantan anggota DPR-RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Gubernur Koster juga menyebut Bali sedang gencarnya meningkatkan promosi dan produksi minuman arak, kain tenun endek bali, serta produk garam tradisional lokal Bali yang tertuang dalam Pergub No.1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali; Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.4 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun endek bali/kain tenun tradisional Bali; serta SE No.17 Tahun 2021 tentang pemanfaatan produk garam tradisional lokal Bali. ” Kami berdayakan produk lokal Bali ini dari hulu sampai hilir yang sejalan dengan amanat Peraturan Gubernur Bali No.99 Tahun 2018 tentang pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali,” tegasnya.

Baca juga :  Belum Muncul Tersangka Baru, Penyelesaian Kasus Korupsi Dana Silpa APBDes Dauh Puri Klod Dituding Lambat

Untuk menjaga kebersihan alam, saat ini Pulau Dewata punya regulasi untuk menjaga alam agar tetap harmonis dan suci berserta isinya dengan terbitnya Pergub Bali No.97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai; Pergub Bali No.45 Tahun 2019 tentang bali energi bersih; Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber; dan Pergub Bali No.48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Sedangkan untuk kehidupan masyarakat di Bali sehat, maka harus didukung suplai makanan yang sehat dengan memanfaatkan hasil pertanian organik yang saat ini berjalan di Bali dan menjadi percontohan pertanian organik dengan mengacu Perda Provinsi Bali No.8 Tahun 2019 tentang sistem pertanian organik.

Gubernur Koster juga menyatakan sinergi Pemprov Bali dengan Dubes untuk membantu Bali. “Kami harap terus terjalin, karena kehadiran Dubes di negara tetangga menjadi ujung tombak negara Indonesia,” tegasnya.

Mendengar paparan Gubernur Koster ini, membuat staf Ahli Hubungan Antar-lembaga Kementrian Luar Negeri, Muhsin Syihab, kembali berkomentar dengan mengatakan Bali berhasil menangani laju pertumbuhan covid-19 dengan menekan penularan di angka dua digit per hari. “Sebaran vaksinasi di Bali juga sangat meluas. Keberhasilan ini perlu dipromosikan ke luar negeri agar pariwisata Bali kembali tumbuh dan ekonomi kembali pulih,’’ tandasnya.

Baca juga :  Bali Vaksinasi Perdana, Sejumlah Pejabat Gagal Penuhi Syarat

Sedangkan, Zuhairi Misrawi, perwakilan Dubes RI untuk Tunisia, menyampaikan Bali sangat dikenal juga dengan UMKM-nya. Supaya UMKM Bali bisa go international dan lebih melakukan ekspor daripada impor, maka pihaknya akan mempromosikan Bali secara besar-besaran ke Tunisia. ‘’Untuk itu saya minta dibuatkan buku dan video tentang Bali dan nanti aaya terjemahkan dengan bahasa Arab,” tegas Misrawi, yang disambut tepuk tangan.

Mendengar hal itu Gubernur Koster menyanggupi permintaan Zuhairi Misrawi. Sebagai gambaran awal, Gubernur  Koster menyerahkan buku ‘’Ekonomi Kerthi Bali’’ yang disusunnya kepada calon Dubes ini. Sedangkan untuk video dan informasi tentang Bali yang lebih detail akan disampaikan pada Desember sebagai bahan promosi ke Tunisia. Pada akhir acara, Gubernur Koster menyerahkan cenderamata berupa kain tenun endek bali kepada Muhsin Syihab dan para calon Dubes LBBP RI. Mereka yang hadir itu yakni R.Pribadi Sutiono (perwakilan Dubes RI untuk Republik Slowakia), Tri Yogo Jatmiko (perwakilan Dubes RI untuk Tanzania merangkap Burundi, dan Rwanda), R.Heru Hartanto Subolo (perwakilan Dubes RI untuk Bangladesh merangkap Nepal), Okto Dorinds Manik (perwakilan Dubes RI untuk Timor-Leste), Ghafur Akbar Dharmaputra (perwakilan Dubes RI untuk Ukraina merangkap Armenia dan Georgia) Rudy Alfonso (perwakilan Dubes RI untuk Portugal), Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo (perwakilan Dubes RI untuk Filipina merangkap Marshall dan Palau), Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak (perwakilan Dubes RI untuk Kanada merangkap ICAO), Dr. Abdul Aziz Ahmad (perwakilan Dubes RI untuk Arab Saudi), Zuhairi Misrawi (perwakilan Dubes RI untuk Tunisia), Dr.Damos Dumoli Agusman (perwakilan Dubes RI untuk Austria merangkap Slovenia dan UNOV), serta Suwartini Wirta (Perwakilan Dubes RI untuk Kroasia). (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini