Sempat Melandai, Pelanggaran Prokes Usai Hari Raya Malah Melonjak

picsart 11 15 11.35.14
TANPA MASKER – Tim Yustisi menjaring dua orang warga tanpa masker dalam razia prokes PPKM Level 2 di Jl. Pulau Bungin, Kelurahan pedungan, Denpasar Selatan, Senin, Senin (15/11/2021).

Pedungan, DENPOST.id

Pasca-Hari Raya Galungan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di Denpasar malah melonjak. Padahal sebelumnya tingkat pelanggaran sempat melandai. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Namun berbeda kini. Seperti yang terlihat dalam razia Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Jl. Pulau Bungin, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan (Densel), Senin (15/11/2021). Sebanyak 54 orang terjaring razia. 20 orang di antaranya tidak menggunakan masker, sisanya menggunakan masker tapi tidak sempurna.

”Kami kaget, pasca-Hari Raya Galungan disiplin masyarakat terhadap prokes menurun tajam. Kami masih mempelajari pelanggaran prokes yang dilakukan masyarakat. Apa mereka bosan atau jenuh memakai masker terlalu lama,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di sela-sela razia prokes di Jl. Pulau Bungin.

Baca juga :  Terbaik Nasional Stranas PK, Togar Situmorang Apresiasi Prestasi Pemprov Bali

Anom Sayoga menegaskan, masyarakat tidak boleh mengabaikan prokes selama Covid-19 masih ada. “Jangan sampai kasus yang sudah melandai, nanti meningkat lagi gara-gara masyarakat abai terhadap prokes,” ujarnya.

Dikatakan Anom Sayoga, masyarakat yang terjaring razia prokes ini kebanyakan pendatang dan berada di pinggiran Kota Denpasar. “Jangan baru ada penurunan PPKM Level 3 ke level 2, masyarakat merasa virus sudah hilang. Tapi tetap harus waspada untuk menghindari penularan virus korona. Kami bersama tim gabungan terus meningkatkan sosialisasi, edukasi dan sidak prokes menyasar jalan, pasar tumpah, angkringan, rumah makan dan tempat terbuka umum untuk mencegah penularan virus korona,’’ tegas Anom Sayoga.

Baca juga :  Begini Suasana Melipat Surat Suara di Denpasar dan Bangli

Ditegaskan pula, pihaknya tidak akan mengendurkan sidak prokes meskipun jumlah kasus Covid-19 di Denpasar jauh menurun turun. “Razia prokes ini terus gencar dilaksanakan dari pagi, siang dan malam guna mendisiplinkan masyarakat agar patuh dan taat prokes. Karena virus varian baru lebih cepat penularan kepada masyarakat terutama yang memiliki riwayat sakit bawaan,” katanya.

Anom Sayoga menyatakan, pendisiplinan masyarakat tidak bisa hanya dilakukan oleh Satpol PP bersama Dishub, TNI dan Polri. “Kunci utama memutus mata rantai penyebaran virus korona adalah masyarakat. Kalau masyarakat tidak disiplin mengikuti aturan yang ada, sampai kapan pun virus tidak bisa hilang. ”Tetap disiplin menerapkan prokes 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjaga imun dan menghindari kerumunan. Mari lakukan bersama-sama agar pandemi lekas berakhir,” tutupnya.

Baca juga :  Permintaan Lele di Denpasar Tembus 10 Ton Per Hari

Ajakan untuk selalu disiplin prokes tersebut direspons baik salah seorang warga Denpasar, Ni Ketut Sarmi. Dikatakannya, pandemi akan cepat berlalu jika masyrakat disiplin menerapkan prokes. “Mari sama-sama saling menjaga dengan disiplin menerapkan prokes. Jangan lalai, harus tetap disiplin. Walaupun sudah divaksin, tetap harus taat prokes,” tegasnya. (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini