Retribusi Eks Terminal Seraya Diperbincangkan, Ini Penjelasan Disperindag

sengol 1
RELOKASI - Pasar Senggol di Eks Terminal Seraya, Amlapura sebelum direlokasi.

Amlapura, DENPOST.id

Relokasi para pedagang di eks Terminal Seraya, Jalan Gajah Mada, Amlapura ke Pasar Amlapura sempat menuai pro dan kontra. Tak hanya perihal perpindahan, perbincangan soal kontribusi juga mencuat di publik. Di media sosial, banyak pihak yang bertanya resmi tidaknya kontribusi yang dibayarkan pedagang selama bertahun-tahun menggunakan lahan eks Terminal Seraya. Publik pun mendorong pemerintah melakukan pengusutan tuntas semisal retribusi yang dibayarkan pedagang selama ini tak resmi. Terkait ini, PLT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem, I Gede Loka Santika, angkat bicara.

Baca juga :  Sat Polairud Karangasem Ajak Warga Pesisir Tak Lalai Prokes

“Kami sudah tak memungut retribusi sejak 17 April lalu. Melalui surat peraturan pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan pandemi, di mana pembatasan jam operasional pedagang hanya berjualan selama 3 jam, Pemda akhirnya memutuskan untuk meniadakan retribusi melihat kondisi itu, ” ujarnya di wawancara, Senin ( 15/11/2021).

Lebih lanjut Loka Santika menuturkan, sejak tertanggal itu, hingga relokasi saat ini pihak Disperindag tak pernah memungut retribusi lagi. “Itu dari kami, jika memang ada pengakuan pedagangan pemungutan, perlu dipertanyakan bisa jadi retribusi sampah dari DLH, bisa juga parkir dari Dishub,” terangnya.

Sebelum tertanggal itu, Loka Santika mengakui memang Disperindag melakukan pemungutan retribusi. Besarannya sesuai dengan luas lapak pedagang. “Maksimal pungutan tidak lebih dari Rp 4 ribu per hari tiap pedagang berjualan. Teknis pemungutan dilakukan oleh petugas Pasar Amlapura langsung,” jelasnya. Pemungutan ini telah sesuai dengan SK Bupati juga sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2012.

Baca juga :  Gubernur "Nuek" Bagia Pula Kerti di Pura Besakih

Mengenai besaran retribusi yang terkumpul, pihaknya tak dapat memastikan. Pasalnya pemungutan pedagang di eks Terminal Seraya dijadikan satu dengan  Pedagang Pasar Amlapura Timur. Tiap harinya, petugas pungut akan menyetorkan ke Bank Mitra Daerah. Kas akan langsuk ke kas daerah. “Jadi kami tidak pernah menyentuh uang, semua langsung masuk ke kas daerah,” pungkas Sartika. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini