Hujan Guyur Tenda Darurat, Warga Ban Butuh Bantuan Seng

seng 1
SENG - Tenda pengungsian yang atapnya telah diganti seng.

Amlapura, DENPOST.id

Pascaporak poranda diguncang gempa, ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Ban, Kecamatan Kubu Karangasem, hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian. Memasuki musim hujan, tenda pengungsian ini tak lagi dapat melindungi warga dari derasnya hujan. Terkait kondisi ini, Kepala Desa Ban,  I Gede Tamu Sugiantara mencoba menggalang donasi atap berbahan seng untuk para warga. Namun hingga kini belum mencukupi keperluan seluruh warga yang masih mengungsi.

Baca juga :  Satu Kelurahan Jadi Zona Merah, Vaksinasi Anak Terus Dikebut

“Kita masih kekurangan sekitar 700 seng. Sebelumya kami sudah mendapat 2.000 seng dari donasi dan bantuan,” ungkapnya saat diwawancara, Senin (15/11/2021).  Dengan kondisi ini, pihaknya berharap mendapat uluran tangan dari relawan. “Sejumlah warga yang sudah mendapat bantuan seng sudah langsung diganti,” ujarnya.

Model tenda yang sebelumnya dirancang terbuka sesuai permintaan warga, memasuki musim hujan kembali diubah. Sisi tenda ditutup dengan menggunakan terpal atau material bambu sisa reruntuhan pascagempa.  Ini untuk menghindari angin kencang dan rembesan air hujan. “Apalagi sejak beberapa hari terakhir bencana tanah longsor di Dusun Jatituhu mulai terjadi,” ujarnya.

Memiliki kondisi wilayah berbukit dan jalan tanah, hujan yang terus mengguyur tak hanya berdampak pada tenda pengungsian, juga sempat membuat longsor di Dusun Jatituhu. Longsor menutup akses warga menuju keluar Dusun. “Sudah dibersihkan, ada hujan lagi kembali ada longsor di sana,” ungkapnya. (yun)

Baca juga :  Diduga Depresi Pascaoperasi Prostat, Numadi Tewas Gantung Diri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini