Capaian Masih Rendah, Buleleng Diminta Genjot Vaksin untuk Lansia dan Disabilitas

jemput lansia 1
JEMPUT LANSIA - Aparat kepolisian menjemput lansia untuk mendapatkan vaksin di puskesmas, beberapa waktu lalu. DENPOST.id/dok

Singaraja, DENPOST.id

Capaian vaksinasi untuk kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas di Buleleng rupanya masih rendah yakni di kisaran 72,50 persen untuk dosis 1 dan 58,86 persen untuk dosis 2. Karenanya Tim Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng diminta menggencarkan lagi vaksinasi untuk lansia dan penyandang disabilitas. “Capaian vaksin secara umum di Buleleng sudah baik, tetapi capaian untuk lansia dan disabilitas masih perlu digenjot lagi,” ucap Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana, saat meninjau pembangunan BLK, Senin (15/11/2021) di Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng.

Baca juga :  Empat Gelandangan Asal Jatim Dipulangkan

Politisi PDIP dari Busungbiu ini pun mengapresiasi kinerja para tenaga kesehatan (nakes) yang sudah bekerja maksimal di lapangan. “Saya sering ajak tim dari kesehatan turun ke tempat-tempat yang masih bolong vaksinnya. Seperti di Bungkulan dan di Gerokgak,” imbuhnya. Dia pun berharap, dengan tetap menerapkan prokes yang baik, tingkat penyebaran Covid-19 di Bali dan khususnya di Buleleng kian melandai.

Terkait vaksin lansia, salah seorang lansia di Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Ni Ketut Taman, menilai upaya jemput bola perlu digencarkan agar sasaran vaksin khususnya bagi kaum lansia dan penyandang disabilitas merata. “Kadang-kadang tidak semua lansia bisa datang ke lokasi vaksin. Mungkin dengan gencar datang ke rumah-rumah, capaian vaksin lansia akan semakin banyak,” katanya.

Dia berharap, vaksin untuk para lansia segera tuntas, sehingga kekebalan kelompok cepat terbentuk. “Kalau sudah divaksin, jangan lupa disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pungkasnya.  (118/suryaningsih)

Baca juga :  Objek Wisata di Buleleng Mulai Ditutup

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini