Kosmetik Berbahaya Disita Loka POM Buleleng

picsart 11 15 06.08.21
CEK TOKO - Loka POM Buleleng, Senin (15/11/2021), melakukan pengecekan toko online yang menjual kosmetik di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Loka POM Buleleng, Senin (15/11/2021), melakukan pengecekan toko online yang menjual kosmetik di Jalan Gunung Batur, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana.
Koordinator Fungsi Penindakan Loka POM Buleleng, I Gusti Ketut Rahadi mengatakan pembinaan dan penyitaan ini dilakukan, setelah Loka POM melakukan pemantauan, baik melalui online maupun langsung ke lokasi.

Dari pengecekan yang dilakukan bersama Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, ditemukan sejumlah kosmetik berbagai merk dan jenis yang tidak memiliki izin dari BPOM. Baik, izin edar dari BPOM maupun mengandung zat berbahaya.

Baca juga :  Jumat, 155 Orang Terpapar Covid-19 di Denpasar dan Dua Pasien Meninggal

Petugas dari Loka POM menyita sejumlah kosmetik dalam bentuk sabun, pemutih, toner, facial wash, eye mask hingga obat tradisional penggemuk badan. Total ada 33 item yang disita dengan total 249 barang.

“Barang yang dijual ini melalui online dan kita sudah pantau sebelumnya. Kita lakukan pemeriksaan hari ini dan mendapatkan 33 item kosmetik dan obat tradisional yang dijual kita amankan,” katanya.

Baca juga :  Pencarian Mang Ayu Dihentikan Sementara

Selanjutnya pemilik toko diberikan pembinaan dan surat peringatan keras dari Loka POM. Pedagang diminta untuk tidak menjual kembali barang yang telah disita. Loka POM nantinya juga akan menelusuri atau memberikan imbauan kepada marketplace sumber barang ini dijual.

Pihaknya menginformasikan hasil temuan ini, dan sumber penjualan ke pusat. “Nanti BPOM pusat akan memberikan peringatan kepada marketplace atau website yang menyediakan penjualan itu,” tegas Rahadi, seijin Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Hantana.

Baca juga :  Berdayakan Perempuan Lewat Pelatihan Tata Rias

Selanjutnya barang yang disita nantinya akan dimusnahkan.
Pemilik usaha dagang online kosmetik, Dewi mengaku mendapatkan sejumlah barang tersebut, dibeli secara online dari salah satu marketplace ternama. Pihaknya membeli ketika ada pesanan dan tidak mengetahui kalau barang-barang yang dibeli untuk dijual lagi itu dilarang.
Dia berani beli karena di sana disampaikan aman. “Kalau begini saya tidak beli. Dan ke depan akan menjual barang yang sesuai BPOM,” katanya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini