Warga Guwang Ajukan Benda Sakral Sebagai BB

guwang 1
SAKRAL - Ratusan warga Desa Adat Guwang membawa sejumlah barang bukti berupa benda sakral ke PN Gianyar, Senin (15/11/2021).

Gianyar, DENPOST.id

Ratusan warga Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Senin (15/11/2021) siang. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moril kepada prajuru Desa Adat Guwang yang kini tengah menjalani proses persidangan terkait kasus gugatan tanah desa yang dilayangkan I Ketut Gede Dharma Putra, salah seorang warga Desa Celuk, Sukawati, Gianyar.

Sidang dipimpim Erwin Harlond P, S.H., didampingi hakim anggota, Anak Agung Putu Putra Ariyana, S.H., dan Astrid Anugrah, S.H. Kehadiran ratusan warga Desa Guwang kali ini membawa benda sakral yakni awig-awig dan benda sakral lainnya sebagai barang bukti (BB) bahwa tanah yang saat ini terbangun SD, Pasar Desa, Kantor Desa, dan bangunan lainnya sudah dikuasai oleh Desa Adat Guwang sejak puluhan tahun lalu.

Baca juga :  Menparekraf Apresiasi Kesiapan Bali, Koster Rencanakan New Normal Juli

Pantauan di PN Gianyar, massa tidak bisa masuk ke dalam kantor pengadilan karena pintu masuk pengadilan ditutup. Mereka yang tidak bisa masuk duduk-duduk di pinggir jalan raya depan pengadilan. Sambil menunggu jalannya sidang, mereka berorasi dengan pengeras suara.

Untuk mengantisipasi kemacetan, aparat Satlantas Polres Gianyar yang dipimpin Kasatlantas Polres Gianyar, AKP Ni Putu Nila Indrayani, sigap mengatur arus lalu lintas.

Baca juga :  Diduga Masalah Ekonomi, Sopir Tewas Gantung Diri

Bendesa Adat Guwang, I Ketut Karben Wardana, mengatakan, dalam persidangan kali ini pihaknya membawa sebanyak 52 buah barang bukti berupa benda sakral. “Barang bukti yang kami bawa kali ini merupakan benda sacral seperti awig-awig. Totalnya ada 52 buah barang bukti, kami bawa untuk bukti persidangan,” katanya.

Di sisi lain, Kuasa Hukum Penggugat, I Wayan Suardika mengaku juga sudah melengkapi bukti-bukti dengan surat pendaftaran tanah milik Indonesia sebelum tahun 1960. Bukti surat tersebut sudah diserahkan kepada majelis hakim. ”Selanjutnya kami ikuti proses pengadilan dengan mengajukan bukti-bukti tambahan dan saksi-saksi,” kata Wayan Suardika.

Baca juga :  Banjar Abasan Siapkan Ruang Terbuka Hijau untuk Bermain Anak

Karena para pihak sudah menyerahkan bukti-bukti, sidang kemudian ditunda hingga Senin (22/11/2021) dengan agenda pemeriksaan saksi dari pihak penggugat. (116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini