Dinilai Langgar Prokes, Café Black Mamba Ditutup Satpol PP

cafe 1
DITUTUP – Satpol PP Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung Café Black Mamba, Jl. Tukad Badung yang dinilai melanggar prokes, Senin (15/11/2021) malam.

Sumerta, DENPOST.id

Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar memang terus menurun. Namun bukan berarti penerapan protokol kesehatan (prokes) boleh kendor. Hal itu ditegaskan Kepala Satpol Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, Selasa (16/11/2021). Dikatakan Anom Sayoga, di tengah melandaianya kasus Covid-19, sejumlah pihak rupanya mulai mengabaikan prokes. Seperti yang terlihat di Café Black Mamba Jl. Tukad Badung, Senin (15/11/2021) malam. Petugas Satpol PP Kota Denpasar terpaksa menutup  sekaligus membubarkan pengunjung kafe tersebut karena melanggar operasional Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

”Pemilik Café Black Mamba buka sampai pukul 24.00 dan membiarkan pengunjung duduk berdekatan sehingga melanggar protokol kesehatan (prokes). Ini dikhawatirkan dapat menularkan virus korona,’’ ungkap Anom Sayoga.

Dijelaskannya, Café Black Mamba ditertibkan karena adanya pengaduan masyarakat bahwa usaha tersebut buka sampai larut malam dan pengunjungnya cukup ramai. Saat petugas Satpol PP datang, pemilik kafe langsung diminta menuntup usahanya. “Pemilik usaha mau mengikuti apa yang disampaikan. Sementara pengunjung yang sedang duduk santai langsung dibubarkan karena melanggar aturan yang ada tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes saat PPKM,” terang Anom Sayoga.

Selain melanggar prokes, Anom Sayoga pemilik kafe juga melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. ”Kami minta pemilik Café Black Mamba mematuhi aturan sesuai Pergub Bali dan Perwali Kota Denpasar. Bila membandel dan melanggar prokes, kami akan mengambil tindakan tegas dengan memproses ke tipiring (tindak pidana ringan) dengan denda maksimal Rp 1 juta,’’ ancamnya.

Baca juga :  Boleh Tampil, Perempuan Bali Tetap Harus Eling Kodrat

Ditekankan Anom Sayoga, pemilik Café Black Mamba dan usaha-usaha lainnya hanya dibolehkan membuka usahanya dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00. “Kalau buka lewat dari pukul 22.00 berarti melabrak aturan yang ada. Kalau ini dibiarkan dan tidak diambil tindakan tegas akan muncul klaster baru penularan virus korona melalui kafe, angkringan dan warung makan. Kami minta pemilik usaha jangan mengabaikan prokes guna mencegah penularan virus corona,’’ pintanya.

Baca juga :  Polisi Ungkap Fakta Baru Terkait Pemuda Asal Tenganan yang Diduga Tewas Dibegal

Kepada para pengunjung, petugas juga meminta agar senantiasa disiplin menerapkan prokes baik itu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. ”Kunci utama memutus penyebaran virus korona ada pada masyarakat. Bila tidak disiplin menerapkan prokes, kapan pun virus korona tidak akan hilang, justru ada lonjakan positif Covid-19,’’ paparnya.

Selain menutup dan membubarkan pengunjung Café Black Mamba, lanjut Anom Sayoga, pihaknya juga melakukan razia PPKM Level 2 di Jl. Gelogor Carik, Denpasar Selatan, Selasa pagi. Hasilnya, 37 pelanggar terjaring, 26 orang di antaranya tanpa masker dan 11 orang salah memakai masker.

Baca juga :  Razia di Tiga Tempat, 32 Warga Tanpa Masker Didenda

Sikap tegas aparat Satpol PP tersebut diapresiasi salah seorang warga Denpasar, Ni Made Darmiati. Dikatakannya, semua pihak harus memiliki kesadaran untuk disiplin menerapkan prokes, agar pandemi segera berlalu. “Covid-19 ini harus diperangi bersama. Tidak hanya pemerintah, masyarakat termasuk para pengusaha harus disiplin menerapkan prokes. Jangan lengah dan abai, ini demi kebaikan bersama. Kalau pandemic berlalu, roda ekonomi kembali berputar dan kehidupan kita juga akan normal kembali,” katanya.  (103/suryaningsih)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini