Rakor di ISI Denpasar, BKS PTSI Hasilkan Peta Jalan Pemajuan Seni-Budaya Indonesia

RAKOR BKS-PTSI - Rakor Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia (BKS-PTSI) di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, pada Senin (15/11/2021), yang berhasil menetapkan Peta Jalan Pemajuan Seni-Budaya Indonesia melalui optimalisasi peran perguruan tinggi seni Indonesia. (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Rapat Koordinasi (Rakor) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia (BKS-PTSI) di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, pada Senin (15/11/2021),  berhasil menetapkan Peta Jalan Pemajuan Seni-Budaya Indonesia melalui optimalisasi peran perguruan tinggi seni Indonesia.

Peta Jalan yang melingkupi lima strategi pemajuan yaitu: pengembangan ekonomi kreatif, pewarisan seni budaya, aktualisasi keindonesiaan untuk generasi milenial, aktualisasi seni-budaya nusantara sesuai perkembangan zaman, dan aktualisasi seni-budaya Indonesia melalui diplomasi budaya.

Rektor ISI Denpasar, sekaligus Ketua BKS-PTSI, Prof. Dr. Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, menyatakan Rakor BKS-PTSI 2021, selain berhasil merumuskan kerjasama yang konkret mengenai kepentingan internal seluruh anggota BKS-PTSI seperti Program MBKM pertukaran pelajar, kompetisi, akreditasi tnternasional program studi, kearsipan digital terpadu seni-budaya nusantara, dan penetapan AD/ART, yaitu keputusan tentang Peta Jalan Pemajuan Seni Budaya Berbasis Peran Perguruan Tinggi Seni se-Indonesia. “Peta Jalan sebagai respons arahan Plt.Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Ristek, Prof. Nizam, yang disampaikan saat membuka Rakor BKS-PTSI secara daring,” terang Guru Besar sejarah seni rupa itu.

Berita Terkait :

Kun menambahkan lima strategi pada peta jalan yang ditetapkan BKS-PTSI dirinci dalam langkah-langkah optimalisasi peran perguruan tinggi seni di Indonesia sesuai cakupan strategi masing-masing. Pertama: strategi pengembangan ekonomi kreatif yang meliputi lingkungan pengembangan, rantai kreatif, pasar, dan pengarsipan. Kedua: pewarisan seni-budaya diarusutamakan melalui pendidikan formal pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah melalui pengembangan bahan ajar berbasis pengalaman dan pengetahuan seni-budaya nusantara, guru seni-budaya memiliki kompetensi seni-budaya, dan mengarahkan program MBKM PTSI pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Ketiga: aktualisasi keindonesiaan untuk generasi milenial yang meliputi pengayaan literasi tentang tradisi, adat, seni-budaya, dan kearifan nusantara, serta penumbuhan ruang-ruang kreatif (creative hub) milenial berbasis kelokalan, lintas wilayah, dan lintas kultural.

Advertising
Advertising

“Selanjutnya strategi keempat, aktualisasi seni budaya nusantara sesuai dengan perkembangan zaman yang meliputi memadukan penyebaran konten seni-budaya nusantara melalui berbagai media/platform digital serta fasilitasi even apresiasi seni-budaya nusantara yang berkelanjutan. Kelima: aktualisasi seni-budaya nusantara melalui diplomasi budaya, yakni dengan melakukan kolaborasi diplomasi budaya antara pelaku seni, seniman, maestro, perguruan tinggi seni dengan kedutaan besar Indonesia di luar negeri,” sambung mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini.

Selain dihadiri tuan rumah, sekaligus Ketua BKS-PTSI Periode 2021-2023 Prof. Kun Adnyana beserta seluruh jajaran Wakil Rektor dan pimpinan di lingkungan ISI Denpasar, rakor juga dihadiri langsung Rektor ISI Surakarta Dr.I Nyoman Sukerna beserta tiga Wakil Rektor; Rektor ISI Yogyakarta Prof. Dr. M.Agus Burhan yang juga beserta Wakil Rektor; Rektor ISBI Tanah Papua Dr.I Dewa Wicaksana; Rektor Institut Kesenian Jakarta Dr. Indah Tjahjawulan; Wakil Rektor I ISI Padang Panjang Dr. Andar Indrasastra, dan Wakil Ketua STKW Surabaya Dr. Wahyu. Sedangkan yang hadir secara daring yakni Rektor ISBI Bandung Prof. Dr. Een Hardiani dan Rektor ISBI Aceh Dr. Ir. Mirza Irwansyah beserta Wakil Rektor masing-masing.

Rektor ISI Surakarta Dr. Sukerna mengaku bahwa baru pertama kali BKS-PTSI dalam rakor menghasilkan keputusan yang tidak saja strategis bagi organisasi, melainkan juga menghasilkan keputusan yang menjawab tantangan makro pemajuan seni-budaya di Indonesia. “ISI Surakarta akan mengawal seluruh keputusan Rakor BKS-PTSI ini untuk menjadi program-program konkret, baik melalui kegiatan Tri Dharma, maupun kegiatan penunjang yang relevan,” terang mantan Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta itu. (yad)

Posting ini diterbitkan pada Selasa, 16 November 2021 20:35

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai*

Berita Terkait :
Berita Terkini

This website uses cookies.