Bahas Pengembangan Bali, Gubernur Koster Jalin Hubungan Bilateral dengan Korea

jalin
JALIN HUBUNGAN BILATERAL - Gubernur Bali Wayan Koster menjalin hubungan bilateral dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea, Yoon Sung-won, secara virtual dari Jayasabha, Denpasar. (DenPost.id/ist)

Sumerta, DenPost

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea (Korea Selatan/Korsel), Yoon Sung-won, secara virtual dari Jayasabha, Denpasar, pada Selasa (16/11/2021).

Mendapat undangan secara khusus dari pemerintah Korea, Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, dalam pertemuan itu didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali I Gede Wayan Samsi Gunarta. Pertemuan bilateral yang diselenggarakan dalam rangkaian Konferensi Kerjasama Infrastruktur Global ini membahas tiga isu yakni rencana pengembangan infrastruktur kereta api di Bali, pengembangan kawasan industri untuk energi bersih dan kendaraan listrik di Jembrana, serta pengembangan center of excellence bidang pengembangan wilayah, infrastruktur dan transportasi di Pulau Dewata.

Pertemuan selama 30 menit ini dilatarbelakangi kebutuhan Provinsi Bali untuk mengembangkan konektivitas secara terintegrasi guna meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan. Juga rencana pembangunan sistem transportasi kereta api dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai yang sejalan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Bagi pemerintah Korea, melalui Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea, Yoon Sung-won, bahwa komunikasi antara Pemprov Bali menjadi penting, karena kedua belah menggulirkan ekonomi berbasis kerjasama yang saling menguntungkan.

Baca juga :  Disiplin Masyarakat Taat Prokes Dinilai Masih Rendah

Gubernur Koster menambahkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional yang sangat populer lantaran pesona destinasinya indah dan unik ini, perlu diperkuat infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi dengan mengedepankan penggunaan kereta api dan kendaraan berbasis baterai. Hal ini akan mendukung Bali menjadi sebagai hub pariwisata yang terus tumbuh secara berkelanjutan. Bali juga akan mendorong tumbuhnya kawasan industri untuk penyiapan energi bersih dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai wujud nyata mengimplementasian Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali energi bersih dan Pergub Bali No.48 Tahun 2019 tentang penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. “Selain itu, Bali akan mendorong pengembangan integrasi kawasan dengan sistem transportasi yang difokuskan di beberapa lokasi yakni di Sanur (Denpasar), Sentral Parkir Kuta (Badung), Ubud (Gianyar) dan di Gunaksa (Klungkung). Ini akan menjadi mode inovasi yang selanjutnya dikembangkan di seluruh Bali,” ungkap Gubernur  tamatan ITB ini.

Baca juga :  Hari Ketiga PPKM, Puluhan Pelanggar Prokes Dibina

Mendengar gagasan mantan anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PDI Perjuangan yang punya semangat menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya ini, Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea, Yoon Sung-won, menyambut baik. Yoon Sung-won menyadari bahwa Korea perlu melakukan induksi dan pengenalan kemajuan industri dan sistem transportasi di Korea untuk dapat digunakan di Bali. “Kerjasama secara sporadis dimulai dengan dilakukannya penjajagan peluang pembangunan dengan pelaksanaan studi kelayakan pembangunan kereta api ringan (LRT) sebagai akses Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali,” ungkapnya.

Dia menambahkan hal ini diperkuat pula dengan pengiriman dua staf Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk meneruskan sekolah di Korea dalam bidang perkeretaapian. Wakil Menteri Yoon mengharapkan agar kerjasama ini diperkuat dan dikonkretkan dengan studi serta perhitungan yang lebih mendetail, mengingat kondisi tanah dan budaya di Bali yang jauh lebih menantang dibanding di Korea.

Baca juga :  Mantan Pengusaha Tewas Misterius di Kamarnya

Selain itu Yoon mengharapkan agar pengiriman staf untuk sekolah di Korea dilanjutkan dan ditambah dengan kursus-kursus singkat melalui kerjasama yang lebih terstruktur.  Tidak hanya di bidang infrastruktur, Yoon menawarkan program-program pelatihan untuk PNS dan pegawai Pemprov Bali pada berbagai sektor untuk berangkat ke Korea untuk meningkatkan kapasitas teknis.

Menutup pertemuan bilateral ini, Gubernur Koster mengharapkan agar bantuan teknis dan investasi ini untuk membangun infrastruktur di Bali dapat terlaksana, terutama infrastruktur transportasi kereta api. Dia juga menekankan bahwa pendidikan latihan (diklat) akan terus dilakukan, karena Bali membutuhkan tenaga yang lebih andal. “Saya optimis kerjasama Provinsi Bali dengan Korea dapat dikembangkan, mengingat kedekatan culture kedua masyarakat. Hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti secara konkret mulai tahun 2022,” tegas Koster, yang langsung dijawab Wakil Menteri Yoon dengan nada siap menindaklanjuti secara lebih seksama. (wir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini