Putar Musik Keras, Bar Katulebo Diprotes Warga Sanur

picsart 11 17 11.30.07
DITUTUP - Satpol PP Kota Denpasar menutup sekaligus membubarkan pengunjung Bar Katulebo di Sanur yang memutar musik kerasa dan melanggar jam operasional PPKM Level 2.

Sanur, DENPOST.id

Masyarakat Desa Sanur, Denpasar Selatan mengeluhkan Bar Katulebo yang memutar suara musik keras dan beroperasi sampai pukul 05.00 pagi, sehingga menganggu kenyamanan warga sekitar.
”Kami bersama warga lainnya berarapa kali mengadukan ke Camat Denpasar Selatan (Densel) dan Satpol PP Kota Denpasar serta pejabat di desa di Sanur. Namun Bar Katolebo tetap beroperasi sampai pukul 05.00 dan memutar musik keras menganggu kenyamanan warga,’’ kata salah seorang warga Sanur yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/11/2021).

Dia mengatakan, para pejabat di Pemkot Denpasar dan Desa Sanur membiarkan usaha Bar Katulebo beroperasi hingga larut pagi membuat masyarakat tidak nyaman tinggal di sekitar tempat usaha hiburan malam tersebut. ”Kami bersama warga lain tidak nyaman tinggal di sekitar Bar Katulebo karena setiap malam sampai pagi terganggu suara musik keras,’’ ucapnya.

Baca juga :  Dampak Covid-19, Stok Darah di Klungkung Menipis

Kasatpol Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, saat dimintai konfirmasi membenarkan ada pengaduan dari masyarakat Sanur terkait suara musik keras dan operasi Bar Katolebo sampai pagi. Pihaknya sudah menurunkan pasukan untuk menindaklanjuti pengaduan warga Sanur untuk mengecek kebenaran laporan tersebut. ”Setelah kami datang ke Bar Katulebo ternyata musik yang diputar cukup keras dan buka sampai pukul 03.00. Kami langsung menutup operasional Bar Katulebo Bar dan membubarkan pengunjung karena tidak mengikuti protokol kesehatan (prokes),’’ kata Anom Sayoga.

Anom Sayoga menyatakan, pihaknya sudah melayangkan peringatan dan memanggil pengelola Bar Katulebo untuk dimintai keterangan terkait buka sampai pagi dan pengunjung ramai. Pasalnya, pengelola Bar Katulebo melanggar aturan yang ada tentang penerapan disiplin prokes dan melanggar jam operasional PPKM Level 2. Selain itu, pemilik bar melanggar Perda Nomor 1 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum karena memutar musik keras dan mengundang kerumunan. ”Kami minta pemilik bar mematuhi aturan. Kalau tetap membandel dan melanggar PPKM Level 2, kami mengambil tindakan tegas dengan memproses ke tipiring (tindak pidana ringan),’’ tegas Anom Sayoga.

Baca juga :  Pasien Sembuh 8 Orang, Kasus Positif Bertambah 9 Orang

Dia mengaku, selama perpanjangan PPKM Level 2 pemilik usaha di Denpasar sudah diberikan buka dari pukul 08.00-22.00. Namun ada membendel buka sampai pukul 24.00-03.00 sehingga melabrak aturan yang ada. Kalau ini dibiarkan dan tidak diambil tindakan akan muncul klaster baru penularan virus korona melalui bar, rumah makan, angkringan dan usaha lain yang mengundang kerumunan pengunjung. ”Kami minta pemilik usaha hiburan malam, angkringan dan rumah makan buka sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan mengabaikan prokes untuk mencegah penularan virus corona gelombang ketiga,’’ pinta Anom Sayoga. (103)

Baca juga :  Desa Adat Belum Ada Ajukan Diri Terapkan PKM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini