Komplotan Pencuri Sapi di Jembrana Ditangkap

picsart 11 17 06.16.51
PENCURI SAPI - Komplotan pencuri sapi, yang diamankan di Polres Jembrana.

Negara, DENPOST.id

Jajaran Satuan Reskrim Polres Jembrana, menangkap komplotan pencuri sapi.
Pelaku yang ditangkap, yakni Ketut Ramayasa (46) asal Manistutu, Kecamatan Melaya, Alamsyah (41) asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, dan Abdus Salam (40) sebagai penjual dari Negara.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP M. Reza Pranata, seizin Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Rabu (17/11/2021), mengatakan para tersangka kini diamankan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 363 ayat 1 ke-1 dan 4 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun.

Baca juga :  25 Tahun Hidup Menumpang, Warga Miskin di Paksebali Digusur

Para pelaku ditangkap berawal karena informasi dari masyarakat pada, 12 November 2021 pukul 03.00 Wita, kalau ada truk terselip di jalan persawahan Banjar/Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Karena ditemukan adanya tali terpotong dan bekas injakan kaki sapi di atas truk, dicurigai bahwa truk tersebut akan digunakan untuk mengangkut sapi curian.

Setelah pelaku berhasil diamankan, selanjutnya tim Opsnal Sat Reskrim Polres Jembrana melakukan pengembangan terhadap pelaku, dan pelaku mengakui telah melakukan pencurian di TKP lain. Di antaranya pada, Senin (4/10/2021) melakukan pencurian tiga ekor sapi betina dengan korban Putu Wali Merta Yasa (45) di Manistutu, Kecamatan Melaya. Sapi tersebut, telah dijual pelaku Abdul Salam seharga Rp13 juta. Dengan hasil penjualan sapi dengan pembagian Rp4 juta untuk Alamsyah dan Ketut Ramayasa mendapat Rp 3 juta. Sedangkan Abdus Salam mendapat Rp1 juta. Sementara sisanya Rp5 juta digunakan untuk hura-hura oleh pelaku Alamsyah dan Abdus Salam.

Baca juga :  Minggu, 50 Pasien Sembuh dan 37 Terpapar Covid-19 di Denpasar

“Para pelaku melakukan modusnya dengan mengambil sapi yang berada di tengah sawah atau ladang kemudian diangkut dengan menggunakan truk,” kata Kasat Reskrim.

Sejumlah barang bukti juga diamankan di Polres Jembrana untuk penyidikan lebih lanjut. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini