Pengurus PHDI Pusat Masa Bhakti 2021-2026 Mejaya-jaya, Ini Pesan WBT

picsart 11 20 04.20.50
MEJAYA-JAYA - Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI Pusat) Masa Bhakti 2021 - 2026 melaksakan upacara mejaya-jaya di Pura Agung Besakih, Sabtu (20/11/2021). DENPOST.id/ist

Karangasem, DENPOST.id

Setelah sukses menggelar Mahasabha XII di Hotel Sultan, Jakarta pada tanggal 28 s/d 31 Oktober 2021 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan ditutup oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. (H.C) K. H. Maaruf Amin, Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI Pusat) Masa Bhakti 2021 – 2026 melaksakan upacara mejaya-jaya di Pura Agung Besakih, Sabtu (20/11/2021).
Mejaya-jeya adalah kegiatan pelantikan secara niskala (agama) yang bertujuan untuk memohon restu dan waranugraha Tuhan Yang Maha Esa agar kepengurusan PHDI Pusat dalam waktu lima tahun ke depan dapat berjalan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diamanatkan melalui hasil Mahasabha XII PHDI.

Baca juga :  Ribuan Penerima Vaksin Antusias

Upacara mejaya-jaya ini diikuti kurang lebih 40 orang Pengurus PHDI Pusat Masa Bhakti 2021-2026, baik dari unsur Sabha Pandita, Sabha Walaka, maupun Pengurus Harian. Dari Sabha Pandita hadir Dharma Adhyaksa Ida Pedanda Nabe Gde Bang Buruan Manuaba dan belasan Pandita. Dari Sabha Walaka hadir Ketua Sabha Walaka Dr. Ir. I Ketut Puspa Adnyana M.T.P. bersama belasan anggota Sabha Walaka, sementara dari Pengurus Harian hadir Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT); Sekretaris Umum I Ketut Budiasa ST., MM; Bendahara Umum Made Sumadi Arta, Ak., MM serta beberapa Ketua dan Sekretaris Bidang.

Baca juga :  Diduga Usai Ditegur Main HP, Siswi SMA Gantung Diri

Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya berpesan agar umat Hindu senantiasa menjunjung persatuan dan kesatuan. Ibarat seperti sapu lidi agar menjadi kuat menghadapi berbagai tantangan keumatan. Mantan Danjen Kopassus dan Pangdam IX/Udayana ini menyatakan bahwa perbedaan adalah keniscayaan oleh karenanya harus diterima dengan prinsip-prinsip saling menghormati, menghargai, dan toleransi. Dia juga mengingatkan bahwa Pancasila adalah kearifan masyarakat Indonesia dan sesanti Bhinneka Tunggal Ika bersumber dari spirit ajaran Hindu, sehingga umat Hindu seyogyanya dapat menjadi contoh dan teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

WBT juga juga mengucapkan terima kasih kepada PHDI se-Karangasem, Bendesa Adat, Pecalang, Mangku, Pengayah dan seluruh perangkat di Desa Adat Besakih yang telah membantu proses upacara mejaya-jaya di Pura Agung Besakih sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Baca juga :  Jajaran Reskrim Razia Kembang Api, Sekaligus Sosialisasi Prokes

Upacara mejaya-jaya ini juga dihadiri undangan dari Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Bupati Badung dan beberapa undangan lainnya. Selain itu turut hadir Pengurus PHDI Provinsi Bali dan PHDI Kabupaten se-Bali, utusan Organisasi Hindu diantaranya Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), Maha Semaya Warga Pande (MSWP), Pratisentana Arya Damar Bali, organisasi kemasyarakatan tingkat nasional seperti Prajaniti, WHDI, KMHDI, Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Dosen Hindu Indonesia (DHI), dan Persadha Nusantara. (kmb)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini