Umat Hindu Ramai Tangkil ke Pura Besakih, Bendesa Pastikan Sarana Prokes Tersedia

picsart 11 21 06.04.15
SEMBAHYANG - Suasana persembahyangan umat di Pura Besakih saat Hari Kuningan, Sabtu (20/11/2021).

Besakih, DENPOST.id

Umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Kuningan pada Sabtu (20/11/2021). Sebagian besar umat merayakan dengan bersembahyang bersama keluarga ke Pura Besakih, yang merupakan pura terbesar di Bali.

Meningkatnya kunjungan masyarakat saat Kuningan itu juga ditunjang pandemi Covid-19 yang berangsur landai. Kendati harus mengenakan masker dan membatasi komunikasi jarak dekat, umat tetap antusias dan khusuk bersembahyang.

Seorang warga Denpasar, Gus Raka, mengaku antusias dan senang kembali bisa bersembahyang ke Pura Besakih, mengingat sebelumnya pemerintah sempat membatasi kunjungan ke pura ini.
Di tengah pandemi, dia mengaku tetap nyaman tangkil ke Pura Besakih karena telah disediakan sarana protokol kesehatan yang memadai, sehingga dia tak cemas untuk datang ke pura.

“Justru saya senang karena sudah lama tidak ke sini. Ya kita juga harus disiplin terapkan prokes, saya sudah cuci tangan dan pakai masker,” ujarnya yang saat itu datang bersama keluarga.

Baca juga :  Kakak-Beradik Ini Curi Motor di 4 Kabupaten

Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta mengakui kunjungan umat ke Pura Besakih pada saat Kuningan membeludak. Terlebih saat itu juga digelar ritualll mejaya-jaya terhadap pengurus anyar PHDI Pusat.
Terhadap situasi itu, dia memastikan sarana penerapan prokes telah tersedia cukup.

“Ya saat ini cukup ramai yang berkunjung. Kalau hari biasa, tidak banyak, bisa dihitung dengan jari. Kalau hari ini kami agak kesulitan (mengatur penerapan prokes) walaupun sudah kami sediakan sarana-sarana,” ujarnya.
Pada hari-hari lain, penerapan prokes di Pura Besakih disebutnya relatif disiplin. Pengunjung maupun umat yang datang wajib menyuci tangan, cek suhu, dan registrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga :  Minggu Depan, PTM Di Karangasem Rencana Dimulai

Layanan itu tersedia di pintu-pintu masuk pura. Untuk mengurangi kontak fisik, salah satunya melalui penyaluran dana sukarela atau punia, pengelola pura menyediakan transaksi secara non tunai.
Layanan itu menggunakan aplikasi QRIS yang merupakan program Bank Indonesia. Pantauan di lapangan, penerapan prokes relatif disiplin, meski beberapa umat membuka masker. Seperti saat nunas air suci atau tirta, atau saat bersembahyang. (106)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini