Diduga Tak Kuat Tahan Rasa Sakit, Seorang Warga Sekardadi Ditemukan Tewas Gantung Diri

picsart 11 21 12.48.46
TKP - TKP gantung diri di Desa Sekardadi, Kintamani.

Bangli, DENPOST.id

Suasana duka menyelimuti salah satu keluarga di Banjar/Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Bangli, Minggu (21/11/2021). Salah seorang anggota keluarganya bernama I Wayan Neen (58), ditemukan terbujur kaku di kandang babi dalam posisi tergantung sekitar pukul 04.00 Wita.

Kapolsek Kintamani, AKP Benyamin Nikijuluw, didampingi Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dugaan bunuh diri, dengan cara gantung diri di Sekardadi. Dalam keterangan para saksi, berawal anak korban Wayan Sukadana (36) dibangunkan oleh istrinya Ni Wayan Artini, sebab tumben mertuanya tidak terdengar mengeluhkan sakit atau rintihan kesakitan dari korban yang biasanya selalu terdengar dari sebelah kamar tidurnya.

Baca juga :  15 Ribu Warga Nusa Penida Ikuti Vaksinasi Massal

Sukadana lalu bangun dan mengecek kondisi ayahnya di kamar tidurnya. Ternyata ayahnya tidak ada di kamar. “Kemudian saksi mencari ke kamar mandi dan sekitar rumah di bantu istri dan pamannya (Wayan Rumanton-red),” sebut Kapolsek.

Hingga sampai kandang babi, Wayan Rumanton, dan saksi Sukadana mendapati ayahnya dalam kondisi tergantung pada balok bangunan kandang menggunakan selendang warna putih sepanjang 2 meter. “Melihat korban seperti itu, saksi bersama istri dan pamannya langsung berusaha menurunkan korban, namun korban sudah meninggal,” beber mantan Kanit Buser Polres Badung ini.

Baca juga :  Bawaslu Temukan 24 WNA Masuk DPS di Bangli

Atas kejadian tersebut, keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kintamani untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan medis
oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kintamani VI, Ni Made Sumiati, ditemukan luka bekas jeratan pada leher korban. Tidak ditemukan luka lain atau tanda kekerasan fisik. Kondisi tubuh kaku mayat di seluruh tubuh. Ditemukan lebam mayat pada tangan dan kaki. “Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit kanker usus. Di mana, setiap harinya terutama malam merintih kesakitan akibat sakit yang diderita. Sementara kami simpulkan korban nekat mengakhiri hidup lantaran tak kuat menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya selama ini,” jelasnya.

Baca juga :  Positif Covid-19 di Bangli Bertambah Tiga Orang

Atas kejadian tersebut pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini