Kadiskop Ingatkan Tak Lengah Terapkan Prokes

Kadiskop Ingatkan Tak Lengah Terapkan Prokes
PENGHARGAAN - Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Badung, I Made Widiana, saat mengikuti penyerahan penghargaan Natamukti melalui aplikasi zoom meeting dari ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Kutsel, DENPOST.id

Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, justru memicu tumbuhnya UMKM secara pesat di Kabupaten Badung. Bahkan hingga November 2021 ini jumlah UMKM di Badung mencapai 32 ribu lebih.

Namun, meningkat pesatnya UMKM ini diharapkan tidak membuat para pengusaha mikro untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan (Prokes) agar kasus Covid-19 terus menurun, sehingga pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik terus semakin baik.

Baca juga :  Tolak Kedatangan AWK di Nusa Penida, Warga Bakal Gelar Aksi di Monumen Puputan

Harapan ini disampaikan Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Made Widiana.
Kadiskop asal Kedonganan, Kuta ini memaparkan di tahun 2022 akan banyak digelar event nasional dan internasional di Bali. Hal ini tentu menjadi angin segar untuk perkembangan UMKM di Bali. Karenannya dia mengimbau agar kondisi covid-19 yang semakin melandai bisa dijaga dengan konsisten menerapkan prokes ketat sehingga kasusnya semakin terus menurun. “Jadi jangan lengah untuk tetap menerapkan prokes apalagi nanti akhir tahun akan banyak kegiatan digelar,” ajaknya.

Di bagian lain, Widiana mengingatkan digitalisasi UMKM memang hal yang tidak bisa ditunda-tunda saat ini. Karena melalui digitalisasi, pangsa pasar bagi UMKM akan semakin luas dan masyarakat akan lebih mengetahui eksistensi mereka. Hanya saja tidak dipungkirinya terkadang hal itu masih dihadapkan dengan kendala kemampuan SDM untuk menguasai tekhnologi yang terus dinamis. “UMKM kita di Badung masih berkembang, jumlahnya ada 32 ribu lebih. Kebanyakan yang baru muncul karena dampak pengaruh pandemi,” imbuhnya.

Baca juga :  Dicurigai Corona, ABG Asal Demulih, Bangli, Diobservasi di RSUP Sanglah

Kendati berkembang cukup banyak, lanjut dia, namun masih sedikit UMKM yang sudah go digital. “Jumlahnya tidak lebih dari 10 persen dan perlu terus ditingkatkan,” akunya, Minggu (21/11/2021). (sugiadnyana)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini