Angkutan Siswa Gratis di Klungkung Mulai Beroperasi

gratis angkut 1
BEROPERASI - Sejumlah angkutan siswa gratis mulai beroperasi di depan SMPN 4 Semarapura, Senin (22/11/2021).

Semarapura, DENPOST.id

Program angkutan siswa gratis bagi siswa SMP di Kabupaten Klungkung kembali dilaksanakan, Senin (22/11/2021). Namun program angkutan siswa gratis yang sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 ini hanya beroperasi 14 hari. Hari pertama beroperasi, ada sejumlah angkutan siswa gratis yang jalan tanpa siswa ke sekolah.

Kondisi ini mendapat perhatian Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang turun mengecek kondisi angkutan siswa gratis yang disiagakan di sejumlah sekolah, Senin pagi. Menurut Suwirta, semua itu terjadi lantaran ada mis komunikasi antara pihak sekolah dan Dinas Perhubungan Klungkung. Apalagi siswa baru pertama kali sekolah setelah libur hari raya.

Baca juga :  Lima Pecandu Narkoba di Klungkung Direhabilitasi

“Dinas Perhubungan belum menerima laporan dari sekolah kalau ada siswa yang masuk pagi dan siang. Jadi ada mobil yang jalan tanpa siswa,” ungkap Suwirta.

Suwirta mengatakan kalau sopir angkutan siswa gratis telah siap dengan armadanya. Bahkan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan hanya mengangkut enam siswa dari hari normal sebanyak 12 siswa. Di samping itu, siswa yang diangkut juga wajib masker dan sudah menjalani vaksinasi.

“Ke depan kita akan sempurnakan lagi dengan aplikasi sehingga mengetahui titik kumpul siswa. Apalagi tadi sudah kita lihat siswa sangat senang dijemput angkutan siswa gratis dan tidak lagi menggunakan sepeda motor,” katanya.

Baca juga :  Pasien Terakhir Sembuh, RSUD Klungkung Nihil Pasien Positif Covid-19

Raut wajah senang juga terlihat pada sopir angkutan siswa gratis yang nongkrong di SMPN 4 Semarapura di Desa Selat. Mereka kini kembali mendapat upah setelah tidak beroperasi sejak pandemi Covid-19. Bahkan semuanya terlihat seragam memakai baju baru Gema Santi dengan ciri warna putih hijau.

“Saya baru tiga kali mendapat upah dan setelah itu  tidak lagi karena pandemi Covid-19,” ungkap salah seorang sopir angkutan siswa gratis, Ketut Suyasa.

Baca juga :  Bocah SD Hamil, Ternyata Disetubuhi Ayah Angkat

Sejauh ini Suyasa mengaku bersyukur dengan adanya program angkutan siswa gratis. Apalagi di tengah pandemi, kondisi penumpang juga sepi sehingga upah yang diterima dari program tersebut sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau saya menggunakan mobil Izuzu menerima upah Rp 120 ribu per hari. Sedang sopir dengan angkutan bemo dapat Rp 105 ribu,” kata Suyasa seraya berharap program tersebut tetap berjalan pada tahun 2022. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini