Gianyar Kembali Terima Penghargaan WTP

picsart 11 22 07.57.21
PENGHARGAAN WTP - Bupati Gianyar, Made Mahayastra, saat menerima penghargaan WTP yang diserahkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, di halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Senin (22/11/2021)

Gianyar, DENPOST.id

Atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun 2020 dengan capaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP), Pemerintah Kabupaten Gianyar memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut, diserahkan langsung Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, dan diterima Bupati Gianyar, Made Mahayastra, didampingi Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya; Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan, I Wayan Sadra; Asisten Administrasi Umum Ngakan Putu Darma Jati, beserta OPD terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Gianyar, di halaman belakang Kantor Bupati Gianyar, Senin (22/11/2021).

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroh mengatakan di tahun 2020, merupakan tahun di mana pemerintah dituntut harus menjalankan pemerintahan dengan baik. Sementara di sisi lain, pemerintah harus mengatasi krisis akibat dampak pandemi Covid-19 secara cepat, serta pelaksanaan APBN tahun 2020 sudah dijalankan secara extra ordinary, sehingga mampu merespon dengan cepat pemulihan dampak dari pandemi Covid-19.

Baca juga :  Kota Gianyar Dipercantik Dengan Lampu Hias

Dampak pandemi menjalar bukan saja kesehatan tapi ekonomi sosial kemasyarakatan, dan akuntabilitas pemerintah dituntut dalam menjalankan tugasnya.

Teguh Dwi Nugroho mengatakan dalam situasi pandemi Covid-19, sehingga banyak transaksi pemerintah yang pelaksanaannya perlu penanganan yang sangat cepat, mendesak, masif dan harus diikuti dengan penguatan tata kelola yang baik, sehingga prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, transparansi mutlak harus dijaga agar transaksi keuangan negara tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Pihaknya menyatakan terimakasih dan mengapresiasi Pemkab Gianyar terutama di dalam pengelolaan dana transfer ke daerah, DAK fisik, dana desa, serta dana transfer lainnya. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan MoU tentang pemanfaatan bersama data dan informasi, serta penguatan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan publik dalam pelaksanaan hubungan pengelolaan keuangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, sehingga bisa meningkatkan kinerja secara optimal pada masing-masing instansi.

Sementara Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan Kabupaten Gianyar sekarang ini sudah mengalami kemajuan jauh berbeda, di mana Kabupaten Gianyar semakin menggeliat. Di mana langkah-langkah yang diambil dirinya sebagai Bupati Gianyar dengan mengefisienkan anggaran APBD 2019, dengan sebaik-baiknya dari pemangkasan dana yang bersifat tidak urgen, yang dipergunakan untuk mengoptimalkan kepentingan yang bersifat program-program yang dapat dirasakan masyarakat, serta mengoptimalkan pendapatan daerah.

Baca juga :  Masuk Zona Merah, Polisi Gianyar Sosialisasi Prokes Sambil Bersepeda

PAD 2019 Kabupaten Gianyar mencapai Rp1,2 triliun, meningkat dari tahun 2018 yang sebesar Rp600 miliar. Dari pemangkasan tersebut, didapat efisiensi hampir Rp160 miliar dari seluruh OPD yang ada, sehingga secara akumulatif ada dana yang dapat dikelola pada tahun 2019 hampir Rp800 miliar yang dipergunakan untuk membangun Kabupaten Gianyar dengan berlandaskan visi dan misi dirinya sebagai Bupati Gianyar.

Tahun 2020, pandemi Covid-19 melanda, sehingga PAD Gianyar yang tembus Rp300 miliar dari Januari hingga Maret, menjadi menurun pada April sampai titik terendah, sehingga harus melakukan refocusing untuk memenuhi kebutuhan paling dasar, di antaranya belanja pegawai dan operasional kantor.

Baca juga :  Berutang, Oknum Dewan Gianyar Diadukan ke BK dan Induk Partainya

Pada September datang surat dari Mendagri terkait dengan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), sehingga Kabupaten Gianyar mengajukan dana PEN dan memperoleh pinjaman sebesar Rp343 miliar untuk membiayai program-program yang sudah masuk dalam KAK (Kerangka Acuan Kegiatan).

Kabupaten Gianyar memperoleh empat kali pinjaman dana PEN dikarenakan APBD yang cukup bagus, serta belanja yang mengikat cukup kecil. Pada tahun 2020, Kabupaten Gianyar mengeluarkan dana BK (bantuan kesehatan) sebesar Rp35 miliar di luar BPJS yang dapat mengcover semua penyakit, serta mengcover seluruh biaya yang dihabiskan. “Sekarang pola Kabupaten Gianyar akan ditiru, di mana Banyuwangi sebesar Bali hanya menganggarkan Rp28 miliar untuk kesehatan di luar dari BPJS, tetapi Gianyar sudah menjalankan program itu sejak tahun 2019,” papar Mahayastra. (c/116)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini