Nyungsep ke Jurang, Kakek Burut Tewas

picsart 11 22 07.59.33
LOKASI KORBAN - Anggota Polsek Kintamani, saat menunjukkan jurang lokasi korban terjatuh.

Bangli, DENPOST.id

Seorang kakek bernama I Wayan Burut (80), ditemukan nyungsep di jurang sedalam 20 meter, dekat kebun miliknya di Banjar/Desa Sekardadi, Kintamani, Bangli, Senin (22/11/2021) pukul 11.30 Wita. Saat dievakuasi dan diperiksa, kondisi korban sudah tak bernyawa.

Kapolsek Kintamani, AKP Benyamin Nikijuluw dikonfirmasi membenarkan jika dirinya telah mendapat laporan kejadian tersebut. “Laporannya jam 1 siang,” sebutnya.

Sebagaimana keterangan saksi, diuraikan, berawal istri korban sekitar pukul 08.00 Wita, melihat korban pergi ke kebun seperti biasanya untuk mencari bambu. Namun sampai pukul 11.30 Wita, korban tidak ada pulang. Padahal biasanya korban Burut sudah pulang dari kebun pukul 09.00 Wita, untuk makan.

Istrinya lalu menyuruh cucunya, Putu Restu (20) untuk mencari dan melihat kakeknya ke kebun tempat biasa bekerja. Sesampainya di kebun, saksi tidak menemukan korban. Kemudian saksi kembali pulang dan mengajak ibu saksi untuk ikut mencari kembali ke kebun.

Baca juga :  Ungkapkan Kekecewaan Sama Pacar, Remaja Bunutan Gantung Diri

Setibanya, saksi melihat ada bekas potongan bambu di dekat jurang. Setelah ke arah jurang, saksi melihat dan mendapati korban dalam posisi kepala tersangkut pada pohon bambu di jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter. Saksi pun meminta pertolongan warga. Atas kejadian tersebut, keluarga melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi untuk penanganan lebih lanjut.

“Tindaklanjut dari laporannya, kami sudah mendatangi TKP dan rumah korban. Melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban (visum),” jelas Kapolsek.

Baca juga :  Antisipasi Penimbunan Obat, Satgas Gakum Sisir Apotek dan RS

Hasil pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan Puskesmas Kintamani VI atas nama Ni Made Sumiati, ditemukan ada luka lecet pada tangan kanan korban. Tidak ditemukan luka lain yang mengarah pada kekerasan fisik. Ditemukan kaku mayat di seluruh tubuh dan lebam mayat pada tangan dan kaki.

“Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,” pungkasnya. (128)

Baca juga :  Gerakan Mobil Masker Berlanjut, Kali Ini Sasar Pasar Lumbuan, Bangli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini