Kejari Buleleng Tetapkan Ketua LPD Anturan dan Tamblang Tersangka Korupsi

picsart 11 23 07.31.49
BERI KETERANGAN - Kasi Pidsus, Wayan Genip dan Kasi Intel, Agung Jayalantara, saat memberikan keterangan di Kejari Buleleng, Selasa (23/11/2021)

Singaraja, DENPOST.id

Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, dibawah kendali I Putu Gede Astawa akhirnya menetapkan Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Anturan, NAW sebagai tersangka dalam kasus pengelolaan keuangan LPD. Selain Ketua LPD Anturan, Ketua LPD Tamblang, KR juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Dalam keterangan pers, Selasa (23/11/2021), Kejari Buleleng melalui Kasi Pidsus Wayan Genip, dan Kasi Intel Agung Jayalantara menyebutkan Ketua LPD Anturan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-713/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021.
“Berdasarkan hasil perhitungan sementara tim Penyidik Kejari Buleleng menduga ada selisih temuan dana yang terindikasi merugikan keuangan negara sekitar Rp137 miliar. Sampai saat ini, penyidik masih menunggu perhitungan selisih dana tersebut dari pihak tim Inspektorat Daerah Buleleng,” ucap Agung Jayalantara.

Baca juga :  Truk Angkut Rongsokan Terguling di Pekutatan

Tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya berupa dokumen kredit LPD, kendaraan roda empat, 12 sertifikat tanah dan laporan-laporan keuangan tahunan.

Sementara untuk perkara LPD Tamblang, Kejari Buleleng telah menetapkan satu orang tersangka dengan inisial KR yang menjabat selaku Ketua LPD Anturan, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor : B-714/N.1.11/Fd.2/11/2021 tanggal 22 November 2021. “Berdasarkan hasil perhitungan sementara tim Penyidik Kejari Buleleng, diduga ada temuan selisih dana yang berindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp1,2 milir,” ujarnya.

Baca juga :  Antisipasi Penimbunan Obat, Satgas Gakum Sisir Apotek dan RS

Menurutnya, sampai saat ini penyidik masih menunggu perhitungan selisih dana tersebut dari pihak tim Inspektorat Daerah Buleleng. Terhadap tersangka KR, disangkakan melanggar Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8 dan Pasal 9 UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya berupa dokumen kredit LPD, dokumen pendirian LPD, dan laporan-laporan keuangan tahunan. (118)

Baca juga :  Buka Lewati Batas Waktu PPKM, Tujuh Usaha Ditegur

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini