Cegah Covid-19, Badung Ikuti Kebijakan PPKM Level III di Akhir Tahun

picsart 11 23 07.32.54
Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta.

Mangupura, DENPOST.id

Pemerintah pusat akan kembali menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III di Bali. Hal ini pun mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Badung. Untuk pencegahan atau meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Badung, Pemerintah Daerah Badung akan mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah pusat tersebut.

Hal ini ditegaskan Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, usai mengikuti sidang paripurna pembahasan Ranperda APBD Badung tahun 2022, Selasa (23/11/2021).

Bupati Giri Prasta mengatakan kalau bicara masalah PPKM level III, pihaknya di Kabupaten Badung siap untuk itu, arahan dari pemerintah pusat tersebut akan dilakukan dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “Tugas kami adalah memberikan edukasi dan pemahaman pada masyarakat berkenaan dengan situasi nasional. Karena ini bukanlah situasi orang per orang atau pribadi per pribadi. Kami melihat dalam pencegahan Covid-19 ini, di Badung sudah bagus sekali. Baik itu melakukan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga kebersihan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Selain melaksanakan prokes berkesinambungan, melakukan tes dan tracing tetap dilakukan. “Kami imbau kepada masyarakat jangan takabur kita turun level jadi PPKM level I. Sekalipun kita masuk dalam level yang lain dengan kajian yang tepat akan kami ikuti. Jangan sampai perubahan level ini akan merubah paradigma masyarakat untuk melanggar dan memengaruhi imun tubuh masyarakat,” terangnya.

Baca juga :  Tiba di Terminal Mengwi, Ratusan Santri Didisinfeksi

Apakah dengan adanya perubahan level PPKM di Bali ini akan memgaruhi pendapatan Pemerintah Kabupaten Badung?, Bupati asal Pelaga tersebut mengatakan hal itu sama sekali tidak berpengaruh. “Tapi, kami sudah targetkan pendapatan Kabupaten Badung dan jangan sampai kita berhutang untuk membiayai pemerintah ini,” ungkapnya.

Sementara Ketua DPRD Badung, Putu Parwata mengatakan untuk penanganan Covid-19 di tahun 2022, anggarannya sudah terpasang. “Untung penanganan Covid-19, kita sudah masukan dalam anggaran Bantuan Tak Terduga sebesar Rp124 miliar. Nanti dana itu akan diambil kalau ada musibah atau peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Badung,” paparmya. (dewa sanjaya)

Baca juga :  Wow, PDAM Badung Ajukan Rp 660 Miliar untuk Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini