Sklon Tropis Paddy Terpantau di Samudra Hindia, Picu Gelombang Tinggi di Selatan Bali-NTB

picsart 11 23 08.25.30
MENDUNG - Cuaca mendung yang terpantau di kawasan Pantai Belalang Kartika Plaza Kuta.

Kuta, DENPOST.id

Hujan terus mengguyur sejumlah wilayah di Bali, sejak beberapa hari ini. Seperti yang terpantau di kawasan Kutsel hingga Kuta, Selasa (23/11/2021). Bahkan awan gelap terus menyelimuti dengan sesekali hujan turun dengan deras disertai suara gemuruh kilat petir.

Sementara itu, BMKG memantau adanya pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 90S di sekitar Samudra Hindia bagian tenggara. Berdasarkan analisis 22 November 2021 pukul 16.00 Wib, Bibit Siklon Tropis 90S telah berkembang menjadi Siklon Tropis Paddy di sekitar Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah, tepatnya di posisi 13.3 Lintang Selatab, 108.0 Bujur Timur.

Baca juga :  "Memengkung”, Satgas Covid-19 Tutup Paksa Warung Makan dan Kafe

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat Siklon Tropis Paddy mencapai 40 knot (75 km/jam), dengan tekanan udara minimum di sekitar pusatnya sekitar 997 mb.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, siklon Tropis Paddy bergerak dengan kecepatan sekitar 8 km/jam ke arah selatan dan semakin menjauhi wilayah Indonesia. “Siklon Tropis Paddy membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Lampung, hingga Jawa Tengah, dan di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Sistem ini juga secara tidak langsung dapat meningkatkan ketinggian gelombang di sekitar wilayah perairan barat Lampung hingga selatan Bali-NTB,” papar Guswanto, dalam rilisnya, Selasa (23/11).

Baca juga :  Tekan Angka Kecelakaan Lewat Kampung Tertib Lalin

Siklon Tropis Paddy, sambung dia berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Di antaranya kondisi hujan sedang sampai lebat di wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTB. Sedangkan kondisi gelombang laut dengan ketinggian 1.25 – 2.5 meter (moderate) dapat terjadi di perairan barat Bengkulu, Teluk Lampung bagian selatan, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai, perairan selatan Jawa Barat hingga Sumbawa, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, hingga Pulau Sumba. (113)

Baca juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Banjar Pemamoran Lakukan Ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini