Wayan Parni Ditemukan Tewas Mengambang di Bak Kamar Mandi

picsart 11 23 08.26.11
KAMAR MANDI - Lokasi kamar mandi, TKP korban ditemukan mengambang.

Bangli, DENPOST.id

Ni Wayan Parni (54), warga di Banjar/Kelurahan Kubu, Bangli ditemukan tewas mengambang di dalam bak kamar mandi rumahnya, Selasa (23/11/2021) sekitar pukul 10.00 Wita. Belum diketahui penyebab meninggalnya korban, apakah bunuh diri atau terpleset lalu nyungsep ke bak tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.

Informasi yang terhimpun di lapangan, diketahui di rumah tersebut korban tinggal berdua dengan sepupunya, Ni Ketut Suryantini alias Ketut Nali (45). Senin (22/11/2021) sekitar pukul 14.30 Wita, saksi Ketut Nali melihat korban terakhir.

Saat itu, saksi dimintai tolong oleh korban untuk buat air hangat untuk mandi. Setelah membuatkan air hangat kemudian saksi Nali meninggalkan korban. Hingga pukul 18.30 Wita, Ketut Nali kembali pulang kemudian dan memanggil korban, namun tidak ada tanggapan dan mendapati seluruh pintu sudah terkunci.

Nali pun mengira korban berada di rumah saudaranya, Ni Wayan Murni (62) di Lingkungan Uma Bukal, Bangli. Esok harinya, sekitar pukul 09.00 Wita, Ketut Nali berangkat ke rumah Wayan Murni, untuk menanyakan keberadaan korban. Namun Murni mengaku jika saudaranya tidak ada di rumahnya. Lalu mereka pun bersama-sama kembali ke rumah korban untuk mencari keberadaan korban.

Baca juga :  SE 04/2021 Ditujukan Kepada Pimpinan, Tak Wajib Namun Imbauan

Setibanya, mereka memeriksa seluruh rumah termasuk kamar mandi. Para saksi curiga korban ada di kamar mandi, sebab ada sandal korban di depan kamar mandi tersebut. Murni lalu meminta bantuan pada Gede Purnawan (31), tetangganya, untuk mengambil tangga dan masuk ke areal kamar mandi melalui dinding samping rumah. Saksi 3 mengetuk, serta memanggil nama korban, namun tidak ada jawaban. Karena tidak ada jawaban dan terkunci dari dalam, dia pun langsung mendobrak pintu kamar mandi dan mendapati korban sudah mengambang di dalam bak kamar mandi tersebut.

Baca juga :  Puluhan Pegawai RSU Negara Belum Disuntik Vaksin

Saksi 3 menghubungi saksi 4, I Kadek Sutarka (39) untuk melapor ke polisi melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Kubu, Bangli.

Dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Dikatakannya, sebagaimana keterangan saksi Sutarka bahwa korban memiliki riwayat sakit pada kedua tangannya. Di mana, tangan kanan tidak bisa digerakkan disebabkan karena sakit polio sejak lahir. Sedangkan tangan kirinya juga tidak bisa digerakkan disebabkan patah tulang akibat jatuh di kamar mandi 3 bulan yang lalu. “Tangan kirinya itu sejatinya masih dalam pengobatan. Sehingga dalam kesehariannya korban tidak bisa melakukan kegiatan secara normal,” beber Sarta.

Baca juga :  Difoto Bugil Lalu Disebar, Polres Karangasem Lidik Pelaku Pelecehan

Sementara menurut keterangan saksi, sekira 3 bulan yang lalu korban sempat berpesan jika meninggal agar dilakukan kremasi, serta dibayarkan segala utang-utangnya.

Dari hasil visum, saat ditemukan korban masih berpakaian lengkap. Keluar darah dari hidung, keadaan korban bersih tidak ada tanda-tanda kekerasan. Badan korban membengkak karena terendam air. Diduga meninggal karena paru-paru kemasukan air. “Belum diketahui pasti apakah korban kepleset atau murni bunuh diri di bak kamar mandi. Sementara pihak keluarga sudah mengikhlaskan meninggalnya korban dan tidak bersedia diautopsi,” pungkasnya. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini