Penari Badut Diamankan Satpol PP

badut 1
DIAMANKAN – Satpol PP Kota Denpasar mengamankan penari badut sambil meminta-minta di perempatan Jl. Cokroaminoto-Jl. Gatsu Barat, Selasa (23/11/2021) pukul 21.00.

Ubung, DENPOST.id

Satpol PP Kota Denpasar mengamankan penari badut sambil meminta-minta di simpang Jl. Cokroaminoto-Jl. Gatot Subroto (Gatsu) barat, Selasa (23/11/2021) pukul 21.00.  ”Penari badut ini sudah berapa kali ditangkap dan dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa lewat Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur. Namun kembali lagi beroperasi di perempatan jalan,’’ kata Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, di sela razia prokes Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Jl. Angsoka, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Rabu (24/11/2021).

Baca juga :  Buntut Dua Pedagang Pasar Badung Positif Covid-19, 19 Pedagang Jalani Swab Test

Menurut Anom Sayoga, penari badut sambil menggepeng di perempatan jalan mengganggu ketertiban umum dan membayakan pengedara mobil dan pemotor. Dikatakannya, di masa pandemi Covid-19 ini tidak boleh melakukan kegiatan di jalan yang dapat membahaykan diri sendiri maupun orang lain. Tapi belakangan ini gepeng anak-anak, pengasong dan penari badut marak berkeliaran di Kota Denpasar. Padahal sudah berulangkali ditertibkan, bahkan dipulangkan ke daerah asalnya melalui Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem. Namun mereka kembali lagi menggepeng dengan dalih kesulitan ekonomi. ”Sebelum kami kirim ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar, terlebih dahulu dibina di Kantor Satpol PP,’’ ujar Anom Sayoga.

Baca juga :  Awasi Hutan, TBBB Jajaki Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Artifisial

Dikatakan pula, penari badut, gepeng, pengasong dan pengamen melakukan aktivitas di perempatan jalan melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Ia tidak kompromi dan menyatakan mengambil tindakan tegas terhadap penari badut, gepeng, pengasong, pengemen maupun kerumunan warga mengingat pandemic Covid-19 maish berlangsung. ”Tindakan tegas yang kami ambil bagian dari ketertiban umum. Kegiatan yang dilakukan saat pandemi Covid-19 dan berpotensi mengganggu wajib diambil tindakan tegas sehingga suasana Kota Denpasar tertib, aman dan nyaman,’’ pungkasnya. (103)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini