Cegah Penularan Covid-19 dari Kegiatan Keagamaan, Pendeta Ikut Sosialisasikan Prokes

picsart 11 25 12.45.56
MADIKSA - Upacara diksa menerapkan prokes dan pembatasan undangan. Kegiatan juga diawasi Satgas tingkat Desa Adat.

Tonja, DENPOST.id

Kegiatan keagamaan di Pulau Bali semakin beradaptasi dengan perilaku kebiasaan baru, yakni menerapkan protokol kesehatan. Dengan adaptasi itu, kegiatan keagamaan mulai kerap digelar.
Antara lain manusa yadnya seperti pernikahan, dewa yadnya seperti pujawali atau piodalan, hingga rsi yadnya seperti diksa atau penobatan seseorang menjadi sulinggih.

Salah satunya Upacara Diksa yang dilakoni Ida Bhawati Ketut Pasek Dwija Arsana dan istrinya yakni Ida Bhawati Luh Rai Mahayuni pada Jumat (19/11/2021), di kediamannya, Gang Belibis, Jl. Nangka, Denpasar.
Guna mencegah penularan Covid-19, kegiatan ini digelar dengan undangan terbatas, sekitar 50 persen dari luas tempat. Mereka yang hadir juga wajib dites suhu dan mengenakan masker.

Baca juga :  Tes Cepat 15 Warga Pondok Galeria Hasilnya Nonreaktif

Selain unsur TNI Polri selaku pengawasan penerapan prokes, kegiatan juga diawasi Ketua Satgas Desa Adat Tonja, I Nyoman Suparta. Kata dia, penerapan prokes menjadi syarat mutlak kegiatan ini boleh digelar.
“Kami telah mewanti-wanti agar semua pihak menerapkan prokes. Panitia juga wajib menyediakan tempat cuci tangan, penyemprotan sanitaser, dan undangan wajib gunakan masker,” ujarnya saat wawancara.

Dari pantauan di lokasi, beberapa warga masih teledor dalam mengenakan masker dengan posisi yang benar, ada pula yang melepas masker saat makan maupun bersembahyang.
Suparta menerangkan, selain imbauan secara tertulis, edukasi prokes di wilayahnya juga dilakukan dalam berbagai kesempatan. Upaya itu diharapkan dapat menekan potensi penularan Covid-19 di Bali.

Baca juga :  Covid-19 di Denpasar, 74 Orang Terpapar dan Dua Pasien Meninggal

Ketua PHDI Denpasar, Nyoman Kenak, mengapresiasi upaya umat dalam beradaptasi dengan pandemi. Seiring waktu dan gencarnya sosialisasi, saat ini penerapan prokes menurutnya sudah semakin disiplin.

Dia yang juga hadir dalam Upacara Diksa itu menyebutkan, pendeta Hindu atau sulinggih juga turut menaati prokes. “Kita lihat sebagian besar sudah pakai masker, termasuk sulinggih,” tuturnya.

Kata dia, menaati aturan yang ditetapkan pemerintah, salah satunya menerapkan prokes merupakan salah satu bhakti dalam Hindu.
Maka, menurutnya salah satu ukuran yadnya itu sukses yakni ketika mampu mengikuti aturan, dalam hal ini taat prokes. “Meskipun masih ada yang melepas masker, tentu ke depan kita harapkan semakin disiplin,” pungkasnya. (106)

Baca juga :  Ditetapkan Zona Merah, Warga Pemogan Sempat Resah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini