Pelanggaran Prokes Naik, Razia Ditingkatkan

picsart 11 25 01.33.22
DIDENDA – Salah seorang warga tanpa masker didenda saat terjaring razia prokes di Jl. Gunung Agung-Jl. Gunung Sanghyang-Jl. Tangkuban Perahu, Denpasar Barat, Kamis (25/11/2021).

Padangsambian, DENPOST.id

Kendati seluruh wilayah di Kota Denpasar zona hijau, Tim Yustisi Kota Denpasar justru kian meningkatkan razia sekaligus sosialisasi bahaya penularan Covid-19.
”Perpanjangan PPKM Level 2 dari 16-25 November ini malah membuat masyarakat lengah sehingga pelanggaran protokol kesehatan (prokes) terus meningkat. Kami harus gencar dan lebih meningkatkan sosialisasi agar masyarakat tidak mengabaikan prokes selama pandemi Covid-19 belum berlalu,’’ tegas Kasatpol PP Kota Denpasar yang juga Ketua Tim Yustisi Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga, di sela-sela razia prokes di Jl. Gunung Agung-Jl. Gunung Sanghyang-Jl. Tangkuban Perahu, Kelurahan Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (25/11/2021).

Baca juga :  Daerah Diberi 70 Galon Disinfektan dan 10 Ribu Masker

Anom Sayoga menjelaskan, selama 9 hari razia prokes digelar di jalan, tim menjaring 294 warga, 124 di antaranya tanpa masker dan 170 salah memakai masker. Dari 124 warga tanpa masker tersebut sudah terkumpul uang denda prokes sebesar Rp 12.400.000. ”Walaupun kami sering dibully selama razia prokes, itu tidak apa-apa. Apa yang dilakukan bersama tim demi kebaikan dan kesehatan masyarakat,’’ ujar Anom Sayoga.

Dia menekankan, jika masyarakat tidak mau ditegur Satpol PP, harus mentaati dan disiplin prokes. Apalagi ada masyarakat sampai kena denda dan kalau tidak ingin didenda lebih baik pakai masker saat bepergian maupun di rumah untuk mencgah penularan dan tertular virus korona. ”Kalau mau mengikuti aturan yang ada, tidak perlu ditegur dan didenda. Ada masyarakat melihat razia prokes sengaja tidak memakai masker. Pelanggaran prokes yang dilakukan seakan-akan menantang petugas,’’ jelasnya.

Mengantisipasi adanya penularan virus korona gelombang ketiga, Anom Sayoga minta masyarakat harus disiplin mengikuti 5M yakni mencucui tangan, memakai masker, mengatur jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. ”Jangan gara-gara satu orang membandel tidak mau mematuhi prokes malah merepotkan banyak orang. Apalagi virus korona masih ada di sekeliling kita, sehingga kita harus tetap waspada,’’ sarannya.

Baca juga :  Lolos di Gilimanuk, 15 Calon ABK Brebes Dikarantina di Denpasar

I Made Sujaya, salah seorang warga Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, menyatakan sepakat dengan apa yang disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar. Dia berharap, masyarakat tetap disiplin menerapkan prokes meski seluruh wilayah Kota Denpasar dinyatakan zona hijau. “Jangan abai, jangan sampai kembali ke zona kuning atau oranye bahkan merah. Kita harus tetap disiplin menerapkan prokes agar terhindar dari Covid-19. Semoga pandemi lekas berlalu,” harapnya. (103/suryaningsih)

Baca juga :  Akses "Rurung Bangke" di Kesiman Petilan Dibatasi, Ini Penyebabnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini