Berbagai Paket Liburan Ditawarkan, Kunjungan Tetap Sepi

picsart 11 25 02.16.49
HOTEL - Salah satu hotel di Kawasan Candidasa, Karangasem.

Amlapura, DENPOST.id

Berbagai upaya dilakukan pelaku pariwisata untuk bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan pengusaha hotel di Kawasan Candidasa, Desa Bugbug, Karangasem. Berbagai model paket liburan yang menyasar warga lokal mulai dipromosikan. Meski merugi jauh dari sebelum pandemi, hal ini menjadi salah satu penyelamat agar operasional hotel dapat tetap berjalan.

Salah satu manager hotel di Kawasan Candi Dasa, I Wayan Kariasa, mengatakan, sepinya tingkat hunian hotel membuatnya meluncurkan paket sewa kamar dengan sistem per jam. “Ada wisatawan lokal yang misalnya mau bersembahyang ke pura di Karangasem seperti Lempuyang dan lain-lain, bisa beristirahat di hotel kami. Kami berupaya memaksimalkan berbagai model terobosan paket liburan, untuk bisa survive di tengah pandemi ini, ” ungkap pria yang juga Ketua Persatuan Hotel dan Restauran (PHRI) Cabang Karangasem ini, Kamis (25/11/2021).

Baca juga :  Tak Ada Klaster Pilkada, Penyebaran Terjadi di Keluarga

Lebih lanjut mengatakan, meski telah mencoba mempromosikan paket-paket wisata untuk warga lokal, kondisi kunjungan masih sepi. “Ada yang menginap, kebanyakan bukan wisata namun para pekerja yang kebetulan memiliki urusan di Karangasem,” imbuh Manager Hotel Asyana ini.

Kenaikan kunjungan wisatawan domestik saat pandemi memang sempat dirasakan sebelum pemberlakuan PPKM. Namun kembali mengalami penurunan drastis pascamulai diterapkan PPKM. “Kami sangat berharap libur Natal dan Tahun baru nanti ada kunjungan. Semoga pemerintah bisa mempertimbangkan wacana penerapan PPKM level III, ” ucap Kariasa.

Baca juga :  10 Menit Jadi, Perpanjang SIM Drive Thru Pertama di Bali

Tak bermaksud melawan pemerintah, pihaknya ingin pemerintah lebih menekankan dalam penerapan prokes. Sebab, hampir seluruh hotel telah mengantongi sertifikat CHSE dan peduli lindungi. “Artinya kami sudah siap dengan prokes. Jika nanti PPKM Level III diterapkan, itu artinya objek wisata tutup. Otomatis wisatawan pasti tidak ada,” keluhnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini