Kejari Karangasem Tak Diminta Mendampingi Saat Pengadaan Masker

picsart 11 25 07.07.53
Kasi intel Kejari Karangasem, Dewa Gede Semaraputra.

Amlapura, DENPOST.id

Meski telah ditetapkan enam staf dan satu mantan pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karangasem sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan masker di Kabupaten Karangasem, Kejakasaan Negeri (Kejari) Karangasem terus melakukan pengembangan.

Terungkap saat proses pengadaan, Kejari Karangasem tak melakukan pendampingan.

Kasi intel Kejari Karangasem, Dewa Gede Semaraputra menuturkan ketika itu Kejaksaan tak diminta melakukan pendampingan. “Saat itu mereka mengambil keputusan sendiri untuk melakukan pengadaan masker tersebut, ” ungkapnya, diwawancarai, beberapa waktu lalu.

Padahal menurut Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 7 Tahun 2020, mengenai optimalisasi pelaksanaan pendampingan terhadap refocusing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Kejari wajib melakukan pendampingan untuk menghindari penyalahgunaan anggaran.

Baca juga :  Mobil Jemput Pasien Resmi Beroperasi di Karangasem

Sementara Kuasa Hukum tersangka, Pande Gede Jaya Suparta menuturkan salah satu kesalahan yang dilakukan tersangka adalah melakukan pengadaan tanpa mengikuti SE Kemenkes. “Saat itu, ada SE terkait penggunaan masker tiga lapis. SE baru sampai di Dinas Kesehatan, Dinsos saat pengadaan belum diberi tahu informasi itu. Karena demikian di buatlah sejenis telaah staf, dengan mencantumkan masker non medis kain. Artinya merek sudah melaksanakan sesuai dengan telaah itu, ” tuturnya.

Baca juga :  Tak Ada Klaster Pilkada, Penyebaran Terjadi di Keluarga

Ditanya terkait proses pengadaan, Pande menuturkan awal disposisi pengadaan dari Bupati Karangasem dan Sekretaris Daerah. “Dinsos sempat bertanya apakah pengadaan ini bisa dilakukan di Dinsos, sebab menyangkut kesehatan yang seharusnya di Dinas Kesehatan,” imbuhnya. (yun)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini